Thursday, August 29, 2013

Saran untuk Penerjemah Pemula

Berikut ini sedikit saran untuk teman-teman yang baru mulai menerjemahkan...


BERKENAAN DENGAN ISI:

  1. Perhatikan EYD. Pastikan Anda menggunakan bahasa sasaran yang baik, benar, efektif, dan sesuai kaidah yang berlaku.
  2. Buka kamus, kamus, & kamus. Jangan puas hanya dengan satu kamus. Carilah berbagai referensi. Banyak kamus online gratis.
  3. Googling! Googling! Googling! You can find (almost) anything in Google. Cek dan carilah di Google mengenai istilah/hal-hal yang tidak Anda ketahui. Di internet banyak sekali orang baik hati yang mau berbagi ilmu secara gratis. Anda tinggal mencarinya. Coba buka Wikipedia juga.
  4. Berkonsultasi dengan pakar yang ahli di bidangnya jika Anda menerjemahkan bahan tertentu, terutama yang tidak terlalu Anda kuasai. Kalau ga paham-paham amat, mending jangan ambil kerjaannya, daripada kualitas terjemahannya jadi buruk & isinya ngawur.
  5. Berkonsultasi dengan penerjemah lain (terutama dengan yang lebih senior & lebih ahli).
  6. Hati-hati dalam menerjemahkan kalimat/frasa kiasan. Cek kamus idiom.
  7. Jangan suka memanjang-manjangkan kalimat. Hindari pemborosan kata. Jangan terus-menerus mengulang-ulang pengertian/penjelasan yang sama dari sebuah istilah yang sudah dijelaskan sebelumnya. Cukup satu kali saja di awal-awal. Pembaca juga "ga bodo-bodo amat, kok!" (--> meminjam kalimat andalan temanku)
  8. Tandai hal-hal yang tidak Anda pahami atau Anda rasa ragu, lalu konsultasikanlah ke editor.
  9. Biasanya ada kata/frasa dari teks asli yang artinya ambigu saat diterjemahkan ke bahasa sasaran, atau kata/frasa yang membuat Anda ragu yang mana yang lebih tepat untuk digunakan dalam konteks tersebut. Boleh saja sekali-kali Anda menulis arti kata berikut alternatifnya secara berdampingan (dengan garis miring, misalnya) & menandainya untuk dicek oleh editor nanti, biar editor yang memutuskan yang mana yang lebih tepat. Tapiiiiiiiiiii..... jangan kebanyakan. Berusahalah untuk mempertimbangkan, memilih, dan memutuskan sendiri terlebih dulu. Kalau cuma memilih antara kata "lambat/pelan," cobalah putuskan sendiri. 
  10. Jika ada keterangan gambar/foto di bawah sebuah gambar ilustrasi, lihatlah gambar ilustrasinya untuk mengetahui konteks keterangan gambar tersebut, agar terjemahannya tepat. Contoh: ada kata "field" pada keterangan gambar. Lihatlah gambar ilustrasi untuk mengetahui, apakah kata "field" yang dimaksud adalah "lapangan" atau justru "padang [bunga]" misalnya. Jangan sampai Anda menerjemahkan "lapangan" padahal jelas-jelas fotonya adalah "padang bunga." Atau contoh lain: "wire" apakah terjemahan yang lebih tepatnya "kabel" atau "kawat"? 
  11. Riset mengenai bahan/bahasan dari buku yang Anda terjemahkan adalah tugas Anda sebagai penerjemah, bukan tugas editor. Jadi jika Anda tidak mengetahui istilah2 tentang fotografi, misalnya, carilah di internet. Googling-lah terlebih dulu. Bukalah kamus2 online, carilah di blog, tanyalah kepada orang-orang yang tahu. Jangan dulu menyerah tanpa mencoba & berpikir "Nanti juga ada editor yang membereskannya." Sekali lagi: riset adalah tugas penerjemah, bukan editor.
  12. Saat menerjemahkan, baca ulang setiap kalimat dalam teks asli setidaknya dua kali untuk menghindari kesalahan penerjemahan dan terlewatnya kata-kata tertentu.
  13. Baca ulang naskah terjemahan sebelum menyerahkannya ke editor. Cek apakah ada yang terlewat atau tidak, cek typo, keterbacaan (rasa enak atau tidaknya), dll.
  14. Jangan mengandalkan editor untuk memeriksa keakuratan terjemahan Anda, pilihan kata Anda, typo, atau format pengetikan. Lakukanlah sendiri. Periksa sendiri. Rapikan sendiri. Bersihkan sendiri. Make it clean. Semakin baik kualitas terjemahan Anda, semakin Anda dicari klien, semakin tinggi bargaining power yang Anda miliki untuk menentukan tarif Anda sendiri. If it's good for them, it'll be good for you too.
  15. Jangan melenceng dari deadline yang sudah ditetapkan.

BERKENAAN DENGAN TEKNIS:

  1. Konversilah ukuran panjang, massa, volume, temperatur, luas, & mata uang dari bahasa sumber ke ukuran yang lazim digunakan di daerah bahasa-sasaran. Berkonsultasilah dengan editor Anda, untuk mengetahui perlu tidaknya konversi ini dibuat. Setiap editor/penerbit memiliki preferensi tersendiri.
  2. Perhatikan pengetikan kata dalam huruf besar, huruf kecil, cetak miring, cetak tebal.
  3. Gunakan format pengetikan yang diminta oleh klien/penerbit/editor. Tanyakanlah kebutuhan mereka. Misalnya, jangan pakai format "Enter" saat Anda berganti antar paragraf, tapi gunakanlah "paragraf --> first line, hanging." Penggunaan "enter" untuk memulai kalimat baru akan mempersulit Layouter nanti, karena dia harus menghapus setiap "enter" itu satu per satu.

***Contoh terjemahan yang sama sekali tidak layak ditiru:
http://www.sundaymorningstory.blogspot.com/2013/04/balada-ngedit-terjemahan-orang.html

No comments:

Post a Comment

There was an error in this gadget