Friday, January 18, 2019

Kuliah Jumat Kontenesia: Kohesi dan Koherensi Bahasa




Dalam linguistik, kohesi artinya adalah “keterikatan antarunsur dalam struktur sintaksis atau struktur wacana, yang ditandai dengan konjungsi, pengulangan, penyulihan, dan pelesapan” (KBBI: https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/kohesi).

Sedangkan koherensi adalalah “hubungan logis antara bagian karangan atau antarkalimat dalam satu paragraf” (KBBI: https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/koherensi).

CONTOH


Kita kasih contoh dulu, ya, biar kebayang:
1. Kalimat yang kohesif, tetapi tidak koheren:
“Aku suka bepergian. Kemarin tetanggaku bepergian ke Swiss. Tetanggaku itu sangat ganteng.”

Kata-kata yang kohesif: bepergian > bepergian > tetanggaku > tetanggaku.
Masih terikat secara “kata”, tetapi secara makna ini acak-acakan dan ga nyambung.

2. Kalimat yang koheren, tetapi tidak kohesif:
“Aku suka bepergian. Indonesia itu sangat indah, lho.”

Ini sudah koheren. Mungkin si “aku” ini sudah bepergian keliling Indonesia & melihat bahwa Indonesia itu indah. Tapi kalimat-kalimat ini maknanya bagai berdiri sendiri & tidak saling berkaitan karena kekurangan kata-kata kohesi yang bisa menghubungkan keduanya.

3. Sekarang perhatikan kalimat ketiga yang kohesif dan koheren:
“Aku suka bepergian. Bepergian itu menenangkan pikiran dan memberiku pengalaman baru. Alasan-alasan itulah yang membuatku menyukainya.”

Unsur-unsur yang membuat kalimat di atas kohesif: bepergian > bepergian > menenangkan pikiran & memberiku pengalaman > alasan-alasan itulah.
Makna kalimat-kalimat di atas juga saling terkait. Saling nyambung. Ga ada kalimat yang berdiri sendiri, baik secara urutan kalimat, maupun maknanya.

Jadi bisa disimpulkan:

KOHESI:


- Sebuah tulisan dikatakan kohesif jika kalimat-kalimat dan paragraf-paragrafnya memiliki keterikatan, selaras, dan nyambung satu sama lain.

- Kohesi bisa diekspresikan secara gramatik maupun leksikal (Halliday and Hasan, 1976). Ini nanti kita bahas lebih detail ya.

KOHERENSI:


- Setelah kohesi, kemudian akan tercipta koherensi, yaitu makna tulisan terasa logis dan menjadi satu kesatuan utuh. Ga ada ide yang melenceng dan terlepas dari tema utama.

- Koherensi itu bisa disebut sebagai “kesesuaian konteks yang akan membuat sebuah kalimat dipahami dan pesan dalam kalimat tersebut tersampaikan dengan baik”.

Cara Membuat Tulisan yang Kohesif


Sekarang kita bahas praktiknya, ya. Gimana sih, cara membuat tulisan yang kohesif?
Tadi udah kita bahas bahwa kohesi itu bisa diekspresikan secara gramatik maupun leksikal.
Kohesi gramatik diekspresikan melalui sistem gramatik bahasa, seperti referensi, substitusi, elipsis, dan konjungsi.

Sementara kohesi leksikal diekspresikan melalui pilihan kosakata yang sama atau berkaitan secara semantik, seperti reiterasi/pengulangan (repetisi, sinonim, superordinat, kata-kata umum), dan kolokasi (asosiasi tetap antara sebuah kata dan kata lain dalam lingkungan yang sama).

Contoh kohesi gramatik:

1. Menggunakan referensi: Beli APARTEMEN INI sekarang juga! Senin hargaNYA naik.
2. Menggunakan substitusi (pengganti): MUSTIKA merasa sangat bahagia. Minggu depan DIA akan menikah.
3. Menggunakan elipsis (kalimat yang terputus): Kamu boleh membeli panci itu kalau [kamu] mau [membeli panci itu].
4. Menggunakan konjungsi (kata hubung): Kristal menyukai dia. NAMUN, dia tidak tahu.

Contoh kohesi leksikal:

1. Menggunakan repetisi (pengulangan): Yurind mempunyai seekor KUCING. KUCING itu diberi nama Sapi.
2. Menggunakan sinonim: Tika baru saja mengadopsi seekor KUCING. MEONG lucu itu diberi nama Pupus Kanopus.
3. Menggunakan superordinat (kata berkasta lebih tinggi): Mba Ade tidak memiliki KUCING. Ada trauma masa lalu yang membuatnya tidak ingin lagi mengadopsi BINATANG yang satu itu.
4. Menggunakan kata-kata umum: Aku bingung nyari contoh yang ini dalam bahasa Indonesia. Coba pakai contoh yang Inggrisnya aja, ya: “I have a KITTEN. That BABY CAT is so cute.”
5. Menggunakan kolokasi (sesuatu yang berdampingan & biasanya diasosiasikan sebagai satu kesatuan): Revin memiliki KUCING, ANJING, dan KELINCI. Dia sangat menyayangi BINATANG PELIHARAANNYA.



Monday, January 14, 2019

Kuliah Jumat Kontenesia: Kata Ganti Orang (Pronomina Persona)



Kata ganti orang atau “pronomina persona” atau adalah kata yang berfungsi untuk menggantikan kata benda orang (atau kata panggilan untuk seseorang) agar kalimat menjadi lebih efektif, tidak membosankan, dan tidak mengulang-ulang sebutan untuk orang yang sama.
Ciri-cirinya: biasanya terdapat pada posisi subjek dan objek.

Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui terkait “kata ganti orang”: 

1. Kata ganti orang ini bisa bersifat tunggal maupun jamak.
2. Hanya bisa dipakai untuk mengganti kata benda orang, nama orang, atau hal-hal lain yang dipersonifikasikan (benda mati yang dianggap hidup), kecuali kata ganti “ia” dan “mereka” yang kadang digunakan untuk mengganti kata benda tidak bernyawa.
3. Kata ganti orang ini bukan “kata sapaan” seperti “Anda (dalam konteks sapaan), Saudara, Bapak, Ibu, Yang Mulia, Tuan, Nyonya” karena kata-kata tersebut termasuk nomina.

Kita bahas satu-satu ya.

1. Kata ganti orang pertama tunggal, yaitu: “saya” (bahasa formal); “aku , daku, diriku, hamba, beta” (bahasa nonformal).
2. Kata ganti orang pertama jamak, yaitu: “kami, kita”.
3. Kata ganti orang kedua tunggal, yaitu: “Anda” (bahasa formal, selalu ditulis dalam huruf kapital); “kamu, kau, engkau, dikau” (bahasa nonformal).
4. Kata ganti orang kedua jamak, yaitu: “Anda semua, Anda sekalian” (bahasa formal); “kalian, kamu sekalian” (bahasa nonformal).
5. Kata ganti orang ketiga tunggal, yaitu: “beliau” (bahasa formal); “dia, ia” (bahasa nonformal).
6. Kata ganti orang ketiga jamak, yaitu: “mereka, mereka semua.”

Ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Tentang “kami” dan “kita”
- kita > melibatkan kawan bicara
- kami > TIDAK melibatkan kawan bicara
Contoh:
- Tim editor ke penulis: “Kita makan-makan Sabtu ini.” > artinya: tim editor MENGAJAK penulis untuk ikut makan-makan pada hari Sabtu ini.
- Tim editor ke penulis: “Kami makan-makan hari Sabtu ini.” > artinya: tim editor CUMA MEMBERI TAHU bahwa mereka akan makan-makan pada hari Sabtu ini. Penulis enggak diajak.
 
Perbedaan "kita" dan "kami"
*dari koleksi infografisnya Mas Ivan Lanin


2. Catatan kedua adalah terkait “dia” dan “ia”

- “dia” hanya bisa digunakan untuk mengganti nama orang atau benda yang dipersonifikasikan. Contohnya dalam buku fabel yang tokoh-tokoh binatangnya hidup dan berbicara seperti manusia.

- “ia” bisa digunakan sebagai kata ganti orang maupun benda mati.

- Kata “dia” bisa diletakkan sebagai objek, sementara “ia” tidak bisa. Contohnya pada kalimat “Aku cinta ia”. Kalimat ini tidak berterima dalam ragam bahasa baku & akan terasa janggal. Yang benar tentu saja “Aku cinta dia”.

Thursday, January 3, 2019

Bebe Rexha - I'm a Mess - Piano Cover by Qei


I'm a Mess Lyric
Bebe Rexha 

Everything's been so messed up here lately
Pretty sure he don't wanna be my baby
Oh, he don't love me, he don't love me
He don't love me, he don't love me
But that's okay
'Cause I love me, yeah, I love me
Yeah, I love me
Yeah, I love myself anyway
Hey

Everything's gonna be alright
Everything's gonna be okay
It's gonna be a good, good, life
That's what my therapist say
Everything's gonna be alright
Everything's gonna be just fine
It's gonna be a good, good life

I'm a mess, I'm a loser
I'm a hater, I'm a user
I'm a mess for your love, it ain't new
I'm obsessed, I'm embarrassed
I don't trust no one around us
I'm a mess for your love, it ain't new

Nobody shows up unless I'm paying
Have a drink on me cheers to the failing
Oh, he don't love me, he don't love me
He don't love me, he don't love me
But that's okay
'Cause I love me, yeah, I love me
Yeah, I love me
Yeah, I love myself anyway
Hey

Everything's gonna be alright
Everything's gonna be okay
It's gonna be a good, good life
That's what my therapist say
Everything's gonna be alright
Everything's gonna be just fine
It's gonna be a good, good life

I'm a mess, I'm a loser
I'm a hater, I'm a user
I'm a mess for your love, it ain't new
I'm obsessed, I'm embarrassed
I don't trust no one around us
I'm a mess for your love, it ain't new

Everything's gonna be alright, alright
Everything's gonna be just fine, just fine
It's gonna be a good, good life

I'm a mess, I'm a loser
I'm a hater, I'm a user
I'm a mess for your love, it ain't new
I'm obsessed, I'm embarrassed
I don't trust no one around us
I'm a mess for your love, it ain't new

Monday, December 31, 2018

Tips Memotret Dasar Bagi Pengguna Kamera HP

Karena pembahasan ini khusus buat kamera saku, kamera HP, atau tablet, jadi aku ga akan membahas soal ISO, kecepatan rana (shutter speed), diafragma (aperture), dan teori teknis lainnya. Anggap saja kita pakai mode otomatis kamera. Jadi, yang akan aku bahas di sini bukan teori fotografinya, tetapi lebih ke hal praktisnya.

Ada beberapa hal penting yang harus kita perhatikan untuk menghasilkan foto yang bagus. “Bagus” yang dimaksud di sini adalah:
  • Jernih, tidak noise
  • Tajam, tidak buram (blur)
  • Komposisinya enak dilihat, tidak aneh
  • Latar belakang tidak berantakan
  • Warnanya pekat, tidak pucat
Untuk membuat foto yang bagus, ada beberapa hal penting yang harus kita perhatikan, yaitu:

1. Pencahayaan


Untuk mendapatkan foto yang jernih dan tidak noise, kita harus memperhatikan pencahayaan. Terang untuk mata kita, belum tentu terang untuk lensa kamera. Ada beberapa poin yang perlu kita garis bawahi, yaitu:

- Pemotretan yang aman untuk kamera ponsel adalah di luar rumah, di tempat teduh, dengan memanfaatkan sinar matahari.

- Untuk pemotretan di dalam ruangan, posisikan objek foto di depan jendela yang teterpa sinar matahari. Kalau kondisinya sudah malam, nyalakanlah semua lampu, tambahkan lampu belajar kalau ada, agar objek foto tidak terlalu gelap.

- Ingat, yang dicahayai adalah objek foto, bukan fotografernya. Jadi sinar lampu harus menyorot ke arah objek bukan ke muka fotografer.

- Gunakan cahaya yang lembut, bukan yang keras. Contoh cahaya yang lembut adalah di depan jendela bergorden putih transparan, di bawah naungan (pohon, kanopi). Contoh cahaya yang keras adalah di bawah terik sinar matahari tengah hari bolong. 

Cahaya lembut vs cahaya keras.

- Cahaya yang lembut akan menghasilkan gradasi yang halus dari bagian terang ke gelap pada foto.

- Cahaya yang keras akan menghasilkan kontras yang tinggi antara bagian terang dengan bagian gelap pada foto.

- Low light is a big NO! Kondisi yang rendah cahaya (low light) ini bisa membuat foto menjadi gelap dan noise (grainy), yaitu foto akan jadi seperti butiran pasir kasar.

- Bagaimana dengan lampu kilat (flash) terpasang yang ada pada kamera? Gunakan hanya dalam keadaan darurat karena lampu kilat terpasang ini cahayanya keras dan tidak akan bagus. Contohnya, cek saja foto SIM dan KTP. Itu hasil dari lampu kilat yang ditembakkan langsung ke objek foto.

2. Foto harus tajam, tidak buram


Untuk menghasilkan foto yang tajam dan tidak buram (blur), ada beberapa syarat:

- Jangan menzum saat menggunakan kamera ponsel. Kalau objek foto terlalu jauh, majulah secara fisik, hampiri objek foto lebih dekat. Pilihan zum pada kamera HP ini tidak sama dengan zum pada lensa profesional. Pada kamera HP, fitur ini sebenarnya meng-crop foto, bukan menzum menjadi lebih dekat. Akibatnya, kualitas foto akan turun dan foto jadi noise atau pecah (pixelated).

- Jangan lupa titik fokusnya diketuk dulu di layar, baru kemudian ketuk tombol rana.

- Tangan kita tidak boleh goyang saat memijit tombol rana (shutter button).

- Objek foto tidak boleh goyang saat tombol rana dipijit.

Ada beberapa trik supaya kamera tidak (terlalu) goyang saat tombol rana dipijit. Trik ini berguna juga saat kalian mengambil video:


- Pegang kamera dengan kedua tangan, jangan satu.

- Dekatkan kamera & tangan sedekat mungkin ke badan (dada) untuk membuatnya lebih stabil.

- Sangga tangan dengan sikut. Ini juga agar kamera lebih stabil.

- Letakkan kamera di atas benda yang kokoh saat kalian mengambil foto. Misalnya di atas meja.

- Gunakan apa pun benda kokoh di sekitar kalian untuk menyangga tangan saat kalian memotret.

- Jangan pernah memotret (apalagi mengambil video) dengan merentangkan tangan jauh ke depan, karena hasilnya akan goyang.

- Kalau ada tripod, monopod, atau bahkan tongsis, manfaatkan untuk menyangga kamera.

3. Pikirkan komposisi


- Untuk menghasilkan foto yang bagus, komposisinya enak dilihat, dan tidak aneh, gunakan rumus rule of thirds. Jadi begini, prinsip rule of thirds ini adalah membagi foto menjadi sepertiga bagian secara imajiner (secara vertikal maupun horizontal) menjadi sembilan kotak. Dan saat memotret, kalian harus menempatkan bagian paling menarik dari objek foto dengan patokan imajiner ini.

Komposisi foto dengan rule of thirds (kiri) dan tidak (kanan).
Berdasarkan aturan rule of thirds, pusat perhatian foto justru tidak diletakkan pada kotak tengah, melainkan pada kotak/garis yang berada di samping, baik di kiri, kanan, atas, atau pun bawah. Dengan rule of thirds, komposisi foto akan terlihat lebih bagus dan alami saat dilihat dan dipersepsi oleh otak kita.

Satu hal yang perlu diingat, peraturan ini tidak wajib diaplikasikan pada semua foto yang kalian buat. Kalian boleh saja meletakkan pusat perhatian foto tepat di tengah-tengah jika komposisi tersebut memang cocok untuk objek yang bersangkutan. 

- Jangan lupa sisakan headroom, yaitu ruang di atas kepala. Jangan pernah meng-crop tepat di ujung kepala karena itu akan membuat objek foto terlihat dimampatkan ke dalam frame

Sisakan headroom dan breathing room.

- Selain headroom, ada juga moving room (ruang gerak) atau breathing room (ruang bernapas) yaitu ruang di depan objek. Jadi kalau objek foto dipotret dalam posisi menyamping dan menghadap ke kanan, kalian boleh menghabiskan ruang di belakang punggungnya (punggung objek foto tepat berada di tepi frame), tetapi sisakan ruang kosong di depan objek supaya dia tidak tampak mentok ke tepi frame.

- Turun! Turun ke level setinggi objek foto. Sejajarkan objek foto selevel dengan kamera. Misalnya saat memotret anak kecil setinggi pinggang, jangan memotretnya sambil berdiri. Berjongkok atau berlututlah. Sejajarkan tingginya dengan tinggi kamera yang kalian pegang. Jangan mengambil foto sambil berdiri dan membidik mereka ke arah bawah. (Kecuali untuk kasus tertentu).

Turun hingga objek foto selevel dengan kamera.
Dengan menyamakan tinggi kamera dengan tinggi subjek, wajah atau kepala subjek tidak akan terlihat “besar sebagian, sementara tubuhnya kecil”. Perspektif foto dari atas juga akan terasa aneh untuk mata kita yang melihatnya.

4. Perhatikan latar belakang


Mulai sekarang, pakai pola pikir terbalik: Alih-alih “apa yang kalian masukkan ke dalam frame”, pikirkan “apa yang tidak perlu kalian masukkan ke dalam frame”.

“Apa yang kita masukkan” itu biasanya sudah jelas. Misalnya objek fotonya “anak kita bermain di taman". Tapi, kita cenderung abai dengan bagian latar belakang yang akhirnya “terbawa” ke dalam foto dan hasil foto pun tampak berantakan. Di belakang anak kita ada orang lagi ngupil, di ujung sana ada kucing lagi pup.

Hindari memasukkan latar belakang yang berantakan.

Nah, supaya ga ada photo bomb dan untuk mengurangi keberantakan di latar belakang, majulah lebih dekat! Lebih dekat lagi! Besar di mata kita, tidak berarti besar di kamera. Apalagi di dalan foto berukuran 4 x 5 cm saat dicetak nanti. Jadi maju, maju, maju terus sampai objek foto memenuhi frame. Tapi, rumus ini ga berlaku kalau kalian ingin memasukkan pemandangan sebagai latar belakang, ya. 

5. Edit foto. Selalu!


Terutama untuk pengaturan dasar seperti:
- Brightness (tingkat kecerahan)
- Contrast (kontras)
- Saturation (saturasi)
- Sharpen (tingkat ketajaman)

Foro tidak diedit vs diedit.

Kenapa foto (terutama dari kamera HP dan kamera saku haris diedit? Karena warna yang tertangkap oleh kamera tidak setajam warna aslinya. Pengeditan ini akan membantu membuat warna foto menjadi lebih kuat, tajam, dan tidak pucat.

***


Sunday, December 30, 2018

Frozen - Let It Go by Qei (Piano), Kamilah (Violin), Debita & Maharani (Vocals)


Let It Go Idina Menzel The snow glows white on the mountain tonight Not a footprint to be seen A kingdom of isolation And it looks like I'm the queen The wind is howling like this swirling storm inside Couldn't keep it in, heaven knows I've tried Don't let them in, don't let them see Be the good girl you always have to be Conceal, don't feel, don't let them know Well, now they know Let it go, let it go Can't hold it back anymore Let it go, let it go Turn away and slam the door I don't care what they're going to say Let the storm rage on The cold never bothered me anyway Let it go, let it go Can't hold it back anymore Let it go, let it go Turn away and slam the door Let it go (go, go, go go, go go, go go, go, go, go go) Let it go Let it go Let it go It's funny how some distance makes everything seem small And the fears that once controlled me can't get to me at all It's time to see what I can do To test the limits and break through No right, no wrong, no rules for me I'm free Let it go, let it go I am one with the wind and sky Let it go, let it go You'll never see me cry Here I stand and here I stay Let the storm rage on My power flurries through the air into the ground My soul is spiraling in frozen fractals all around And one thought crystallizes like an icy blast I'm never going back, the past is in the past Let it go The cold never bothered me anyway Let it go, let it go And I'll rise like the break of dawn Let it go, let it go That perfect girl is gone Here I stand in the light of day Let the storm rage on

Friday, December 21, 2018

Melly Goeslaw - Bunda - Piano Cover by Qei





Bunda - Lirik
Melly Goeslaw

Kubuka album biru
Penuh debu dan usang
Ku pandangi semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda

Pikirkupun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku

Reff:
Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu dtimang

Nada nada yang indah
Slalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi deritanya

Tangan halus dan suci

Tlah mengangkat diri ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Rela dia berikan

Back to reff

Oh bunda ada dan tiada dirimu
Kan slalu ada di dalam hatiku

Wednesday, December 12, 2018

John Legend - All of Me Piano Cover by Qei



All of Me Lyric John Legend What would I do without your smart mouth Drawing me in, and you kicking me out Got my head spinning, no kidding, I can’t pin you down What’s going on in that beautiful mind I’m on your magical mystery ride And I’m so dizzy, don’t know what hit me, but I’ll be alright My head’s under water But I’m breathing fine You’re crazy and I’m out of my mind 'Cause all of me Loves all of you Love your curves and all your edges All your perfect imperfections Give your all to me I’ll give my all to you You’re my end and my beginning Even when I lose I’m winning 'Cause I give you all, all of me And you give me all, all of you How many times do I have to tell you Even when you’re crying you’re beautiful too The world is beating you down, I’m around through every move You’re my downfall, you’re my muse My worst distraction, my rhythm and blues I can’t stop singing, it’s ringing, in my head for you My head’s under water But I’m breathing fine You’re crazy and I’m out of my mind 'Cause all of me Loves all of you Love your curves and all your edges All your perfect imperfections Give your all to me I’ll give my all to you You’re my end and my beginning Even when I lose I’m winning 'Cause I give you all of me And you give me all, all of you Give me all of you Cards on the table, we’re both showing hearts Risking it all, though it’s hard 'Cause all of me Loves all of you Love your curves and all your edges All your perfect imperfections Give your all to me I’ll give my all to you You’re my end and my beginning Even when I lose I’m winning 'Cause I give you all of me And you give me all of you I give you all, all of me And you give me all, all of you

Friday, December 7, 2018

Kuliah Jumat Kontenesia: 6 Cara untuk Membuat Artikel Konten yang Menarik


Struktur artikel konten untuk publikasi di internet agak berbeda. Di internet itu netizen memiliki banyak pilihan untuk konten yang serupa, jadi mereka akan mencari konten yang jauh lebih menarik dan lebih berisi. Kalau tidak menarik, mereka akan segera pindah ke laman lain.

Kita hanya punya waktu sekian detik untuk memikat netizen dengan artikel kita. Nah, bagaimana caranya membuat artikel konten yang menarik? Kita bahas sekarang, ya.

1. Pertama, dimulai dari judul yang harus dibuat semenarik mungkin.
Ada beberapa “rumus” untuk membuat judul yang menarik, antara lain:
- Judul yang memuat angka tertentu.
- Judul yang mengandung kata-kata aksi. Misalnya, “Ikuti …!” atau “Lakukan hal ini…!”
- Judul yang menawarkan solusi atas sebuah masalah.
- Judul yang mengandung sensasi.
- Judul yang ditulis berdasarkan hasil riset.
- Judul yang mengajukan pertanyaan.
- Judul yang mengandung kata-kata ajaib, seperti: “gratis, cepat, mudah, aneh, unik, luar biasa, dll.”
- Judul yang berisi penyangkalan. Contoh, “Stop …!” atau “Jangan…!”
- Tetapi ada satu yang penting dan wajib diingat: judul harus tetap sesuai fakta dan sesuai dengan isi artikel.

2. Kedua dari paragraf pembuka yang menarik. Minggu sebelumnya Mba Ade sudah menjelaskan secara komprehensif tentang hal ini. Temen-temen bisa buka kembali tautan ini: http://forum.kontenesia.com/d/60-langkah-strategis-menulis-paragraf-awal-artikel-konten


3. Ketiga dan yang paling penting adalah kualitas konten.
Agar netizen mau berlama-lama membaca artikel kita, kita harus memberikan konten yang isinya:
- Bermanfaat bagi pembaca, Misalnya dengan memberikan saran, tips, atau informasi penting.
- Isi konten unik, berbeda dari yang lain, dan tidak plagiat.
- Isi konten mengandung informasi yang benar, akurat, sesuai fakta, sesuai hasil riset, bukan hoax. Berikan buktinya.
- Isi konten bisa memberikan jawaban bagi pembaca. Jika di judul atau awal paragraf dikemukakan sebuah permasalahan, maka di dalam artikel tersebut harus dipaparkan solusinya.
- Isi konten bisa menginspirasi pembaca untuk melakukan sesuatu.
- Isi konten menunjukkan kepedulian terhadap suatu masalah.
- Isi konten menghibur atau lucu.
- Isi konten netral, tidak menyerang pihak-pihak tertentu, tidak memasukkan egoisme penulis, tidak bersifat SARA.

4. Buat struktur artikel yang ramah pembaca, mudah dipindai, dan enak dipandang, yaitu:
- Gunakan poin-poin atau subbab. Bullet list ini akan memudahkan netizen untuk menangkap apa sih isi artikelnya, menarik tidak sih?
- Paragraf dan kalimat harus dibuat pendek-pendek. Misalnya, setiap kalimat tidak boleh lebih dari 2 baris dan setiap paragraf tidak boleh lebih dari 5 baris. Paragraf yang berupa blok besar akan terasa membosankan, lelah buat dibaca, dan tidak menarik untuk dilihat.
- Tambahkan gambar ilustrasi yang relevan dengan pembahasan. Bisa juga menambahkan video dan infografis.
- Perkaya konten dengan tifografi (seni tata huruf) yang menarik.

5. Konten yang baik harus ditulis dengan bahasa yang baik pula. Kalaupun temanya menarik, tetapi bahasanya buruk, netizen akan lelah membacanya. Bahasan ini sudah dipaparkan sama Mba Kristal minggu kemarin (http://forum.kontenesia.com/d/61-kuliah-jumat-kontenesia-8-cara-menulis-efektif).
Ringkasnya, bahasa yang baik itu:
- Bahasa yang lugas, tidak bertele-tele, tidak mengulang informasi yang sudah umum atau informasi yang sama yang sudah disebutkan sebelumnya di dalam artikel.
- Menggunakan kalimat aktif, bukan pasif.
- Jangan ada salah ketik. Jadi baca kembali dan edit artikel setelah ditulis, minimal 1x.
- Jangan ada kalimat yang ambigu (bermakna ganda).
- Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
- Perhatikan penggunaan tanda baca.

6. Terakhir, jangan lupa memasukkan kata kunci ke badan artikel untuk memaksimalkan SEO. Soal ini sudah dibahas sama Mba Ade & Mba Mustika dan bisa kembali dibaca di tautan berikut, ya: http://forum.kontenesia.com/d/58-kuliah-jumat-kontenesia-seo-dalam-artikel.

Sesi Tanya jawab:

(Dzerlin): Tanya: sejauh mana batasan judul dianggap click bait?

Jawab:
Judul termasuk click bait kalau ternyata:
- Judul ga sesuai dengan isi artikel. Isi artikel kadang jauh berbeda atau judul justru sangat menyesatkan.
(Ade): Contoh: “Tertangkap Basah Menemui Selingkuhannya, Artis X bla bla bla.” (padahal cerita di film).
- Isi artikel tidak berkualitas, informasinya nihil. 
- Biasanya judulnya itu provokatif.
- (Tyas & Ade): Pakai kata-kata sakti & bombastis, seperti “terkuak, terbongkar”.
- (Putri): Menggunakan kata sifat secara vulgar (Contoh: Dokter Cantik Ini Tewas Dibunuh di Tempat Praktiknya).

Pembahasan poin “Isi konten unik, berbeda dari yang lain, dan tidak plagiat.”

Ada beberapa tips biar ga kena jebakan plagiat:

- parafrasa > ubah kata-kata sumber dengan kata-kata sendiri. Cari sinonimnya. Aduk-aduk strukturnya. Kamus sinonim yang bisa dijadikan rujukan: http://www.sinonimkata.com/
(Revin): Bisa download app thesaurus di Play Store juga.

- Ambil bahan dari banyak sumber, jangan hanya satu. Comot sana, comot sini.

(Ade): Supaya kontennya unik. harus pintar-pintar riset. Jangan ambil sumber yang paling banyak dibahas orang, terus parafrase dengan kalimat-kalimat yang unik juga. Jangan monoton.

(Putri): Mengambil sudut pandang unik dari hal yang udah banyak dibahas. Satu hal bisa punya pembahasan unik dari banyak segi.

Buat plagiat ini, ada beberapa yang halal, ya:

- Kutipan undang-undang
- Ayat-ayat kitab suci
- Kutipan terkenal dari orang penting

Pembahasan poin “Isi konten netral, tidak menyerang pihak-pihak tertentu, tidak memasukkan egoisme penulis, tidak bersifat SARA.”

Ini salah satu alasan kenapa dari awal aku ga mau Kontenesia ngambil job bertema politik, baik dari pihak yang sama pandangan politiknya denganku maupun yg berlawanan.... Karena ini ranah yg sulit sekali buat dipaparkan secara netral & kita semua tentu punya kecenderungan, entah sedikit atau banyak.

(Revin): Masih soal konten yg netral, menurutku bukan cuma tentang tema-tema politik atau yang berat. Tema yg sederhana pun, apabila penulisnya terlalu men-judge pembaca, mendiskreditkan sikap-sikap dan pengetahuan pembaca, bisa disebut tidak netral.

(Sri): Benar. Dalam banyak tema sederhana/sehari2, kadang tanpa sadar kita memasukkan "ideologi yang kita pegang". Sesimpel pertentangan pendapat antara "ibu bekerja" dan "ibu rumah tangga".

(Tiyas): Nikah muda vs nikah setengah tua.

(Anindita): Tim bubur diaduk vs nggak diaduk.

(Mita): SNSD VS TWICE

(Sri): Yang perlu diingat, kita menulis atas nama klien. Argumen personal untuk artikel yang seharusnya jadi "isi kepala" klien, seharusnya ga dimasukkan. Bisa jadi klien bertentangan pendapat sama kita. jadi jangan sampai memasukkan egoisme kita ke dalam artikel
Kalau buat soal yang umum-umum, netral, dan baik, masih boleh lah dimasukkan. Misalnya: "kurangi plastik, yuk recycle, yuk tanam pohon & sayangi bumi".

(Revin): Artikel harus mengutamakan informasi, dan harusnya informasi yang berimbang. Kalau terlalu memasukkan idealisme sendiri (gak peduli idealisme yang relatif benar apa tidak), itu sudah masuk ke penulisan opini. Dan media punya klien bukan wadah yg tepat untuk memasukkan tulisan opini pribadi kita.

(Putri): Aku bisa bayangin menulis tema yang relatif cukup menimbulkan perpecahan, dan si penulis (walau statusnya harusnya netral) merasa "nggak tahan" untuk gak "mendidik" calon pembaca dengan opininya sendiri, walau gak nyambung dengan permintaan klien.

(Sri): Nah, inilah yang termasuk egoisme kita.

Pembahasan poin “Jangan ada salah ketik. Jadi baca kembali dan edit artikel setelah ditulis, minimal 1x.”

Jadi, otak kita tuh mengalami yg namanya "terbutakan" (pernah dibahas di NGC, lupa nama acaranya). Jadi kalau kita udah familiar sama sesuatu, otak kita akan merekam sesuatu itu & berfungsi kayak autopilot, akan memahami hal tersebut dengan sendirinya, dalam gambaran besar, bukan detail kecil.
Contoh realnya dalam 3 gambar ini: 




1. urutan abjadnya salah
2. kata-katanya dibalik
3. memakai huruf Rusia

Nah, ini yg namanya "otak kita terbutakan". Otak kita sudah merekam kata-kata tersebut berupa "image utuh", bukan huruf satuan. Inilah yang membuat kita tetap bisa membaca kata-kata tersebut meskipun salah. Sama seperti kita ga lihat di mana salah & typo saat ngedit artikel... karena otak kita sudah mereka semuanya.

Cara untuk menghilangkan efek "terbutakan" ini adalah dengan jeda. Setelah selesai menulis, endapkan dulu tulisannya. Lakukan sesuatu yang lain, refreshing. Nanti balik lagi & edit dengan otak yang lebih segar. Dengan cara ini, otak kita bisa melihat kesalahan dan typo dengan lebih jelas.

(Putri): Dalam psikologi itu namanya konsep Gestalt. Memandang sesuatu secara keseluruhan, bukan detail2 kecil. Itu mekanisme untuk mencegah otak mengalami tekanan karena keharusan mencerna banjir informasi kecil2. Setelah memahami hal besarnya (kata-kata dalam paragraf), baru kita bisa menekuni yang kecil2 (melihat ulang satu-satu untuk mengecek kesalahan yang ada).


Tayo Bus Kecil Theme Song (Qei, Naila, Acel, Danti, Atsil, Muti)


Hai, Tayo, hai, Tayo, dia bis kecil ramah Melaju, melambat, Tayo selalu senang Hai, Tayo, hai, Tayo, dia bis kecil ramah Melaju, melambat, Tayo selalu senang Jalan menanjak, jalan berbelok Dia selalu berani Meskipun gelap dia tak sendiri Dengan teman, tak perlu rasa takut Hai, Tayo, hai, Tayo, dia bis kecil ramah Melaju, melambat, Tayo selalu senang Hai, Tayo, hai, Tayo, dia bis kecil ramah Dengan teman, di sisinya semua senyum ceria Indahnya hari ini Mari bergembira…

Saturday, November 10, 2018

Alan Walker - Diamond Heart Piano Cover by Qei


Alan Walker "Diamond Heart" Lyric (feat. Sophia Somajo) Hello, sweet grief I know you will be the death of me Feel like the morning after ecstasy I am drowning in an endless sea Hello, old friend Here's the misery that knows no end So I'm doing everything I can To make sure I never love again I wish that I did not know Where all broken lovers go I wish that my heart was made of stone Yeah if I was bulletproof I'd love you black and blue If I was solid like a jewel If I had a diamond heart Oh oh I'd give you all my love If I was unbreakable If I had a diamond heart Oh oh You could shoot me with a gun of gold If I was unbreakable I'd walk straight through the bullet Bendin' like a tulip Blue-eyed and foolish Never mind the bruises Into the fire Breakin' through the wires Give you all I've got If I had a diamond heart I'd walk straight through the dagger Never break the pattern Diamonds don't shatter Beautiful and battered Into the poison Cry you an ocean Give you all I've got Goodbye, so long I don't know if this is right or wrong Am I giving up where I belong? Cause every station is playing our song Goodbye, my love You are everything my dreams made of You'll be Prince and I'm the crying dove If I only were unbreakable I wish that I did not know Where all broken lovers go I wish that my heart was made of stone Yeah if I was bulletproof I'd love you black and blue If I was solid like a jewel If I had a diamond heart Oh oh I'd give you all my love If I was unbreakable If I had a diamond heart Oh oh You can shoot me with a gun of gold If I was unbreakable I'd walk straight through the bullet Bendin' like a tulip Blue-eyed and foolish Never mind the bruises Into the fire Breakin' through the wires Give you all I've got If I had a diamond heart I'd walk straight through the dagger Never break the pattern Diamonds don't shatter Beautiful and battered Into the poison Cry you an ocean Give you all I've got La-la-la-la-la La-la-la-la-la-la La-la-la-la-la-la La-la-la-la-la La-la-la-la-la La-la-la-la-la-la I'd give you all my love If I was unbreakable La-la-la-la-la La-la-la-la-la-la You can shoot me with a gun of gold If I was unbreakable I'd walk straight through the bullet Bendin' like a tulip Blue-eyed and foolish Never mind the bruises Into the fire Breakin' through the wires Give you all I've got If I had a diamond heart I'd walk straight through the dagger Never break the pattern Diamonds don't shatter Beautiful and battered Into the poison Cry you an ocean Give you all I've got

Friday, November 9, 2018

Kuliah Jumat Kontenesia: Penggunaan Koma di Dalam Kalimat

Materi Kuliah Jumat bersama penulis Kontenesia:
1. Koma dipakai untuk memisahkan 3 atau lebih kata, frasa, atau anak kalimat yang ditulis secara berurutan.
Contoh: Kristal membeli mangga, pisang, dan jambu dari Pasar Minggu.
Contoh lain:
Dzerlin: Menu di restoran itu terdiri dari sate kambing, gulai kambing, dan tengkleng. [versi yang baru ditraktir makan sate]
Ade: Ada yang punya permen, kue-kue kecil, atau nasi Padang? [versi yang lapar]
Gianni: Aku, kau, dan si dia.
Mita: Aku suka kamu, kamu, dan kamu.
Verra: Aku akan membeli sapi, kambing, dan kuda. [versi peternak]

2. Koma dipakai sebelum kata hubung “tetapi, melainkan, dan sedangkan”
Contoh: Maksud hati pengen liburan, tetapi apalah daya rekeningku berkata lain.
Contoh lain:
Ade: Saya ingin sekali tertawa, tetapi disuruh diam.
Putri: Aku ingin membunuhmu, tetapi aku kasihan pada keluargamu. [versi psikopat]
Mita: Aku mencintai kamu, sedangkan kamu mencintai dia. Bisa apa aku? [versi curhat]
Arief: Saya mapan, sedangkan dia misquen. [versi membandingkan diri dengan pacar barunya si mantan]

3. Koma dipakai kalau anak kalimat diletakkan di depan.
Contoh lain:
Gianni: Meski getir, hidup memang harus tetap dijalani. [berdasarkan kisah nyata, sepertinya]
Verra: Ketika aku datang, dia pergi. [dia sepertinya sedang menghindari kamu]
Arief: Jangankan untuk bertemu, memandang pun saja sudah tak boleh. [Kata Ghea, ini versi ta'aruf] You sing, you lose!

4. Koma dipakai di belakang kata penghubung antarkalimat seperti “oleh karena itu, jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu,” dan “meskipun demikian”.
Contoh: Panci merah muda itu memang sangat cantik. Jadi, Mba Ade pun tergiur untuk membelinya.”

5. Tanda koma dipakai sebelum dan/atau sesudah kata seru dan kata sapaan.
Contoh kata seru: Waduh, para editor memang cantik-cantik, ya! Awas, ga boleh ga setuju, lo, nanti kena surat cinta!
Contoh kata sapaan: Aku lihat-lihat dari tadi kamu makan mulu, Mus?

6. Tanda koma dipakai buat memisahkan petikan kalimat langsung.
Contoh:
“Suaminya Tika itu pilot,” kataku kepada suami.
“Aku juga pilot,” timpal suamiku. “Pilot drone…”
Aku: “Wew!”

7. Tanda koma dipakai buat memisahkan nama dan alamat.
Contoh: Revin tinggal di Banjar, Kalimantan.

8. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelas akademisnya.
Contoh: Ade, SS.

9. Tanda koma dipakai sebelum angka desimal.
Contoh:
Rp1.000
IPK-nya cuma 1,2.
Ini kebalikan dari penggunaan koma dalam bahasa Inggris-Amerika.
Contoh:
- $1,000 >> $1.000 (kalo kamu nulisnya tetep $1,000 > dalam bahasa Indo ini dibacanya jadi 1 dolar
- 50.7 degrees >> 50,7 derajat
- 30.5 gram >> 30,5 gram

10. Tanda koma dipakai buat mengapit keterangan tambahan (kalimat aposisi, kata Mba Ade).
Contoh: Mba Ade, yang memiliki stok meme segudang, ternyata memang seorang distributor meme!
Kalau dalam bahasa Inggris, biasanya digunakan tanda “sengkang” (tanda strip panjang “—“).
Contoh lain:
Tika: Sasha, anak mbak Tika yg paling besar, suka sekali makan mi goreng.
Gianni: Mba Kristal, yang memesona, ternyata adalah seorang kutu buku.

11. Tanda koma dipakai di belakang keterangan untuk menghindari salah baca/salah pengertian.
Contoh: Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.

Cara untuk menaruh tanda koma dalam kalimat:
- Coba baca kalimat yang kalian buat dan di tempat kalian menarik napas, letakkanlah tanda koma.
- Coba baca kalimat yang kalian buat dengan lantang, dan di tempat nada suara kalian menurun, letakkanlah koma.

-------

Sumber dan tautan penting:
- https://puebi.readthedocs.io/en/latest/tanda-baca/tanda-koma/
- http://ramdayanisiti.blogspot.com/2013/02/kata-penghubung-interkalimat-antar.html

Daaaaaaannnnnnnnn.............. :D :D

Oke, udah beres semua ya... :)8:38 pm
Makasih banyak buat kehadiran & partisipasinya. Semoga kita bisa ketemu 
di Kuliah Jumat berikutnya...8:38 pm
Terima kasih banyak buat kuliahnya.8:38 pm
Yang ga hadir kuliah, silakan manjat ke atas buat baca2.8:38 pm
Terima kasih. Minta tanda tangan buat kartu kuliah8:39 pm
*tanda tangan* :D8:40 pm
KristalLho bubar8:43 pm
Habis dr warung8:43 pm
Kuliah ko ke warung??8:44 pm
LAPARrrr8:44 pm
katanya tadi izin ke WC? ternyata malah cari makan ke warung8:46 pm
biasanya di warung ada kelas. Ini berdasarkan kisah nyata8:48 pm
Eh, udah bubar, ya?  Maap Mbak Sri Noor Verawaty, tadi aku tinggal ke WC... :D