Monday, March 11, 2019

Noah - Kisah Cintaku - Piano Cover by Qei



Lirik Kisah Cintaku

Noah

Di malam yang sesunyi ini
Aku sendiri tiada yang menemani
Akhirnya kini kusadari
Dia telah pergi
Tinggalkan diriku

Adakah semua 'kan terulang
Kisah cintaku yang seperti dulu
Hanya dirimu yang kucinta dan kukenang
Di dalam hatiku
Takkan pernah hilang
Bayangan dirimu
Untuk selamanya

Mengapa terjadi kepada dirimu
Aku tak percaya kau telah tiada
Haruskah 'ku pergi tinggalkan dunia
Agar aku dapat berjumpa denganmu

Di malam yang sesunyi ini
Aku sendiri tiada yang menemani
Akhirnya kini kusadari
Dia telah pergi
Tinggalkan diriku

Adakah semua 'kan terulang
Kisah cintaku yang seperti dulu
Hanya dirimu yang kucinta dan kukenang
Di dalam hatiku
Tak kan pernah hilang
Bayangan dirimu
Untuk selamanya

Mengapa terjadi kepada dirimu
Aku tak percaya kau telah tiada
Haruskah 'ku pergi tinggalkan dunia
Agar aku dapat berjumpa denganmu

Mengapa terjadi kepada dirimu
Aku tak percaya kau telah tiada

Mengapa terjadi kepada dirimu
Aku tak percaya kau telah tiada
Haruskah 'ku pergi tinggalkan dunia
Agar aku dapat berjumpa denganmu

Wednesday, February 27, 2019

Adele - Rolling in the Deep - Piano Cover by Qei



Adele - Rolling in the Deep Lyric

There's a fire starting in my heart
Reaching a fever pitch and it's bringing me out the dark
Finally I can see you crystal clear
Go 'head and sell me out and I'll lay your ship bare
See how I leave with every piece of you
Don't underestimate the things that I will do
There's a fire starting in my heart
Reaching a fever pitch and its bringing me out the dark
The scars of your love remind me of us
They keep me thinking that we almost had it all
The scars of your love they leave me breathless, I can't help feeling
We could have had it all (you're gonna wish you never had met me)
Rolling in the deep (Tears are gonna fall, rolling in the deep)
You had my heart inside of your hand (you're gonna wish you never had met me)
And you played it to the beat (tears are gonna fall, rolling in the deep)
Baby I have no story to be told
But I've heard one on you and I'm gonna make your head burn
Think of me in the depths of your despair
Making a home down there 'cause mine sure won't be shared
The scars of your love remind me of us (you're gonna wish you never had met me)
They keep me thinking that we almost had it all (tears are gonna fall, rolling in the deep)
The scars of your love they leave me breathless, I can't help feeling
We could have had it all (you're gonna wish you never had met me)
Rolling in the deep (tears are gonna fall, rolling in the deep)
You had my heart inside of your hand (you're gonna wish you never had met me)
And you played it to the beat (tears are gonna fall, rolling in the deep)
We could've had it all
Rolling in the deep
You had my heart inside your hand
But you played it with a beating
Throw your soul through every open door
Count your blessings to find what you look for
Turned my sorrow into treasured gold
You pay me back in kind and reap just what you sow
We could've had it all
We could've had it all (tears are gonna fall, rolling in the deep)
It all, it all, it all, (you're gonna wish you never had met me)
We could have had it all (you're gonna wish you never had met me)
Rolling in the deep (tears are gonna fall, rolling in the deep)
You had my heart inside of your hand (you're gonna wish you never had met me)
And you played it to the beat (tears are gonna fall, rolling in the deep)
We could've had it all (You're gonna wish you never had met me)
Rolling in the deep (Tears are gonna fall, rolling in the deep)
You had my heart inside your hand (You're gonna wish you never had met me)
But you played it, you played it, you played it, you played it
To the beat

Monday, February 11, 2019

Noah: Sajadah Panjang - Piano Cover by Qei



Lirik Sajadah Panjang 
Noah

Ada sajadah panjang terbentang
Dari kaki buaian
Sampai ke tepi kuburan hamba
Kuburan hamba bila mati
Ada sajadah panjang terbentang
Hamba tunduk dan sujud
Di atas sajadah yang panjang ini
Diselingi sekedar interupsi
Mencari rezeki mencari ilmu
Mengukur jalanan seharian
Begitu terdengar suara adzan
Kembali tersungkur hamba
Ada sajadah panjang terbentang
Hamba tunduk dan rukuk
Hamba sujud tak lepas kening hamba
Mengingat Dikau sepenuhnya
Mencari rezeki mencari ilmu
Mengukur jalanan seharian
Begitu terdengar suara adzan
Kembali tersungkur hamba
Ada sajadah panjang terbentang
Hamba tunduk dan rukuk
Hamba sujud tak lepas kening hamba
Mengingat Dikau sepenuhnya
Mengingat Dikau sepenuhnya

Thursday, February 7, 2019

Kuliah Jumat Kontenesia: Kalimat Perintah & Kata Perintah



Kalimat perintah adalah kalimat yang mengandung makna meminta/memerintah seseorang untuk melakukan sesuatu. (https://id.wikibooks.org/wiki/Bahasa_Indonesia/Kalimat_Perintah)

Yang termasuk kalimat perintah:


1. Kalimat perintah biasa
Contoh: “Beri aku makan!”

2. Kalimat perintah ajakan
Contoh: “Ayo makan!”

3. Kalimat perintah larangan
Contoh: “Jangan makan melulu!”

4. Kalimat perintah permintaan
Contoh: “Tolong jangan makan melulu!”

5. Kalimat perintah saran
Contoh: “Sebaiknya Mba enggak makan melulu!”

6. Kalimat perintah sopan
Contoh: “Mohon jangan terlalu sering makan!”

7. Kalimat perintah sindiran
Contoh: “Makan melulu!”

8. Kalimat perintah prosedur
Contoh: “Berikut adalah cara makan yang benar!”

9. Kalimat perintah mempersilakan
Contoh: “Kalian boleh makan sekarang!”

10. Kalimat perintah bersyarat
Contoh: “Kalian boleh makan kalau artikelnya sudah selesai dikerjakan!”

11. Kalimat perintah informasi
Contoh: “Mba Ade melarang kalian makan!”

Ciri-ciri kalimat perintah dalam bahasa tulis antara lain:


1. Berpola kalimat inversi (predikat diletakkan sebelum subjek).
Contoh: Biarkan mantanmu pergi!

2. Kadang menggunakan kata perintah seperti “jangan, tolong, harap, dilarang,” dll.
Contoh: “Jangan buang mantan sembarangan!”

3. Menggunakan partikel “-lah” atau “-kan”.
Contoh dari kata dasar “buang”: Buanglah mantan pada tempatnya!

4. Diakhiri tanda seru (!)
Contoh: Jangan balik lagi ke mantanmu!

Nah, berdasarkan poin nomor 2 di atas, ada rumus turunannya. 


1. Gunakan akhiran “-lah” dan “-kan” pada kata perintah yang bentuk kata dasarnya adalah kata benda!

Kenapa? Karena kalau tidak menggunakan akhiran, kalimatnya akan jadi ambigu atau secara semantik maknanya tidak bisa berterima.
Contoh:
- Kata benda “cerita”: Ceritakan pengalaman kalian saat putus cinta!
- Kata benda “gambar”: Gambarkan bagaimana perasaan kalian saat itu!
- Kata benda “isi”: Isilah kehampaan hati kalian dengan memakan makanan enak!
Bayangkan jika kata-kata perintahnya tidak menggunakan akhiran "-lah"!

2. Kata perintah yang dibentuk dari kata dasar berupa kata kerja tidak selalu diwajibkan menggunakan akhiran “-lah” dan “-kan”.
Contoh:
- Kata kerja “tulis”: Tulis artikel dengan benar!
- Kata kerja “kirim”: Kirim artikel sebelum tenggat!

3. Kalau sudah ada akhirlan “-lah”, tidak perlu lagi ditambahi akhiran “-kan”.
Contoh:
- Kata “terangkan”: Terangkan kepadaku!”
Tidak perlu: Terangkanlah kepadaku!

- Kata “pertimbangkan”: Pertimbangkan keputusanmu!
Tidak perlu: Pertimbangkanlah keputusanmu!

4. Selain akhiran “-lah” dan “-kan”, ada satu lagi akhiran yang biasa dipakai sebagai kata perintah, yaitu akhiran “-i”.Contoh:
- Pupuki hati dengan cinta! (mual ga, sih, bacanya? Hahaha…)
- Perbaiki artikelnya segera!

***

Tuesday, February 5, 2019

Kuliah Jumat Kontenesia: Kalimat Efektif

Kuliah Jumat Kontenesia: Kalimat Efektif 
Pemateri: Sri Noor Verawaty

Syarat kalimat efektif adalah:


1. Strukturnya sistematis
2. Tidak ada pemborosan kata
3. Tidak ambigu
4. Menggunakan tanda baca yang benar

Kalimat dikatakan efektif jika ada:


1. Kesepadanan struktur
2. Keparalelan dan konsistensi
3. Ketegasan makna
4. Kehematan kata
5. Kecermatan dan variasi pemilihan kata
6. Kelogisan kalimat

1. Kesepadanan


Kesepadanan = kemaksimalan struktur bahasa untuk mendukung ide yang dikandung.
Jadi:
- Setiap kalimat mayor harus mengandung subjek & predikat (kata kerja).
- Tidak mengandung subjek ganda.
- Ide pokok harus ada dalam induk kalimat.
- Tidak meletakkan kata depan (preposisi) sebelum subjek.

2. Keparalelan


Keparalelan = penggunaan bentuk kata yang sama dalam bentuk susunan yang paralel dan konsisten.
Contoh: Mba Ade MENANAM bunga, kemudian MENCABUTI rumput.
Bukan: Mba Ade MENANAM bunga, kemudian rumputnya dia CABUTI.

3. Ketegasan


- Letakkan bagian terpenting di tempat utama.
- Gunakan pengulangan untuk menegaskan bagian penting tersebut.
- Gunakan pengulangan kata kunci.

4. Kehematan


Kalimat yang efektif itu harus hemat kata/frasa, baik secara gramatik maupun makna. Jangan ada redundansi (kelebihan makna: bila sebuah kata dihilangkan, makna kalimatnya ga akan berubah).
Caranya:

- Tidak boleh ada kata yang sama di dalam sebuah kalimat. Contoh: Penulis sedang menulis artikel.
Efektifkan menjadi: Penulis sedang membuat artikel.

- Jangan mengulangi subjek kalimat. Contoh kalimat yang ga efektif: "KAMU boleh memakan mangganya kalau KAMU mau."
Hilangkan satu subjek, jadi: “Kamu boleh memakan mangganya kalau mau.”

- Jangan menggunakan kata penunjuk jamak “para, beberapa, sejumlah, banyak, dll.” pada kata yang sudah jelas-jelas jamak. Contoh: “BANYAK PENULIS-PENULIS yang akan ikut gathering Kontenesia.”
Efektifkan menjadi: “Banyak penulis yang akan ikut gathering Kontenesia.”

- Buang kata-kata seperti "hari, tanggal, bulan, tahun, negara, kota, dll." Contoh yang ga efektif: Kontenesia didirikan pada TANGGAL 20, BULAN Mei, TAHUN 2016 di KOTA Bandung."
Ini namanya redundansi. Buang aja, karena sudah jelas: Kontenesia didirikan pada 20 Mei 2016 di Bandung."

- Buang superordinat Contoh yang ga efektif: Matanya BERWARNA biru bening.
Efektifkan menjadi: Matanya biru bening.

- Buang kata hubung yang berlebihan Contoh yang ga efektif: MESKIPUN Kristal cantik, TETAPI dia tetap rendah hati.
Efektifkan menjadi: Meskipun Kristal cantik, dia tetap rendah hati.

- Buang kata-kata yang memiliki makna sama (sangat – sekali; hanya – cuma – saja) Contoh ga efektif: Kristal SANGAT cantik SEKALI.
Efektifkan menjadi: Kristal cantik sekali.


5. Kecermatan


- Perhatikan pemilihan kata. Gunakan kata-kata yang memiliki nilai rasa yang tepat. Contoh:
a. Dia menatapku.
b. Dia mengerling kepadaku.
c. Dia memelototiku.
d. Dia mendelik ke arahku.
e. Dia memandangku.

- Variasikan kata-kata dengan sinonimnya Contoh: "Hotel XYZ terletak tepat di depan pantai. Hotel XYZ ini memiliki fasilitas yang lengkap.”
Efektifkan menjadi: "HOTEL XYZ terletak tepat di depan pantai. PENGINAPAN YANG SATU INI memiliki fasilitas yang lengkap.”

- Variasikan kalimat pembuka Contoh: “Bercak hitam adalah penyakit jamur yang ditandai dengan munculnya bintik-bintik hitam pada sisi atas daun. Bercak hitam cenderung muncul saat suhu sedang hangat dan lembap.
Efektifkan menjadi: :Bercak hitam adalah penyakit jamur yang ditandai dengan munculnya bintik-bintik hitam pada sisi atas daun. Penyakit ini cenderung muncul saat suhu sedang hangat dan lembap.”

- Jangan ada makna yang ambigu (makna ganda). Contoh: Anak Mba Ade yang cantik itu sudah berusia 7 tahun.
Yang cantik itu Mba Ade atau anaknya?

6. Kelogisan


Kelogisan: makna yang terkandung harus logis dan tidak ambigu.
Cek pembahasan tentang Koherensi pada tautan ini: https://sundaymorningstory.blogspot.com/2019/01/kohesi-dankoherensi-dalam-bahasa-tulis.html

Ciri-Ciri Kalimat Tidak Efektif


1. Struktur kalimat tidak jelas. Kalimat tidak mengandung subjek dan predikat yang benar.
2. Bertele-tele dan boros kata
3. Kalimat tidak berhasil menyampaikan informasi
4. Kalimat tidak logis
5. Tanda baca tidak jelas.

***

Monday, February 4, 2019

Kuliah Jumat Kontenesia: Belajar Menerjemahkan



Menurut Newmark ada beberapa jenis penerjemahan, yaitu:

1. Penerjemahan kata demi kata. Jadi setiap kata diterjemahkan secara berurutan tanpa memperhatikan konteks maupun gramatika bahasa tujuan.

2. Penerjemahan harfiah. Ini juga sama seperti yang pertama, yaitu terjemahan kata per kata yang tidak mempertimbangkan konteks, tetapi sudah menyesuaikan gramatika bahasa tujuannya.

3. Penerjemahan setia. Ini adalah terjemahan yang struktur kalimatnya masih mengikuti struktur gramatika bahasa sumber (Bsu).

4. Penerjemahan semantik. Ini adalah penerjemahan yang berusaha lebih menyesuaikan makna dari bahasa sumber (Bsu) ke bahasa sasaran (Bsa).

5. Penerjemahan adaptasi. Ini adalah bentuk penerjemahan bebas. Jadi unsur-unsur budaya dalam BSu sudah dilokalkan ke dalam budaya dalam BSa.

6. Penerjemahan bebas. Ini adalah penerjemahan yang lebih mengutamakan isi kontennya.

7. Penerjemahan idiomatik. Ini terjadi kalau ungkapan idiomatik dari BSu diterjemahkan menjadi ungkapan biasa karena tidak ada padanannya.

8. Penerjemahan komunikatif. Ini adalah penerjemahan yang mengutamakan makna kontekstualnya.

Sebelum mengambil pekerjaannya, ada beberapa hal yang harus kalian lakukan, yaitu:

Baca sekilas untuk menentukan apakah kalian mampu menerjemahkan bahan tersebut.
Hal-hal yang harus diperhatikan saat membaca sekilas:


1. Tema besarnya 
Misalnya “Fotografi”. Apakah kalian familiar dengan tema ini?
o Kalau jawabannya “sangat familiar”: ambil, tapi tetap cek bahannya.

o Kalau jawabannya “agak familiar”: periksa apakah bahannya sangat teknis dan spesifik? Kalau ya dan kalian ga yakin, lebih baik jangan diambil. Kalau tidak dan bahasannya masih sangat umum, ambil.
o Kalau jawabannya “sama sekali tidak familiar”: lebih baik jangan ambil pekerjaannya daripada hasilnya “buzuk” dan bikin nama kamu rusak.


2. Tingkat kesulitan bahasa
Apakah bahasanya berbelit-belit, strukturnya bertingkat-tingkat, kosakatanya terlalu teknis atau asing?
o Kalau jawabannya ya: ukur kemampuan kalian. Mampukah kalian mengolahnya?
o Kalau jawabannya tidak: lanjut!

Kalau sudah siap, hal berikutnya adalah menyiapkan alat perang:


Siapkan alat perang:
- Internet untuk online
- Kamus Inggris > Indonesia, misalnya. Kamus padanan bahasa ini wajib dibuka saat menerjemahkan. Penerjemah yang jago ga berarti “penerjemah yang sudah bisa menerjemahkan tanpa kamus”, lo.
Minimal buka https://translate.google.com atau http://www.kateglo.com/.
- Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) untuk mencari tahu penulisan yang benarnya dalam bahasa Indonesia. https://kbbi.kemdikbud.go.id/
- Kamus Inggris – Inggris untuk mencari tahu penjelasan kata atau arti idiom, dll. http://www.thefreedictionary.com/
- Kamus sinonim kata untuk mencari tahu persamaan kata agar terjemahan kita tidak terasa monoton. http://www.sinonimkata.com/
- Kamus istilah tertentu sesuai tema yang akan diterjemahkan.
- Mesin pencari Google untuk mencari segala hal yang kalian butuhkan.


Sekarang kita bahas dulu teknik penerjemahannya, ya:


Ada banyak cara teknik yang bisa kita pakai buat menerjemahkan. Kita bahas satu per satu.

A. Teknik Penerjemahan Langsung

Teknik ini digunakan jika elemen struktural dan konseptual bahasa sumber (BSu) bisa ditransposisikan ke dalam bahasa sasaran (BSa). Teknik ini terdiri dari:

1. Peminjaman 
Yaitu peminjaman kata dari BSu yang dilokalkan langsung ke dalam BSa.
Contoh:
- Budget > bujet
- Furniture > furnitur
- Extreme > ekstrem
- Cyan > sian

2. Kalke 
Yaitu penerjemahan literal, apa adanya, kata per kata.
Contoh:
- Googling > googling
- Blogger > blogger
- Assistant manager > asisten manajer
- Internet > internet

3. Penerjemahan harfiah 
Yaitu menerjemahkan kata per kata tanpa mempertimbangkan konteks.
Contoh:
- A good beginning makes a good ending > Awal yang baik akan berakhir baik.
- A journey of a thousand miles begins with a single step > Perjalanan seribu mil dimulai dengan satu langkah.

B. Teknik Penerjemahan “Oblique”


Teknik terjemahan “oblique” ini digunakan ketika elemen struktural dan konseptual bahasa sumber tidak bisa diterjemahkan langsung ke dalam tanpa mengubah makna atau elemen gramatika dan gaya bahasa bahasa sasaran.
Teknik ini antara lain:

1. Transposisi 
Yaitu mengubah kategori gramatikal, seperti mengubah kata menjadi frasa atau bisa juga mengubah kelas kata.
Contoh:
- Brainstorming (kata benda – kata kerja) > curah pendapat (kata kerja – kata benda)
- Nursery (kata) > kebun pembibitan (frasa)
- young plant (frasa) > anakan (kata)
- Maintenance (kata benda) of the resistant varieties is easier > Memelihara (kata kerja) varietas yang resistan akan lebih mudah.

2. Modulasi 
Yaitu mengubah sudut pandang frasa secara leksikal maupun struktural untuk menyampaikan ide yang sama.
Contoh:
- She’s not only smart, but also beautiful (bentuk negatif) > Dia pintar juga cantik (bentuk positif)
- I couldn’t agree more (bentuk negatif) > Saya setuju (bentuk positif).

3. Reformulasi atau ekuivalen 
Yaitu penerjemahan yang mengubah bentuk menjadi sesuatu yang sangat berbeda, tetapi tetap mengandung makna yang sama. Misalnya saat menerjemahkan idiom atau slogan.
Contoh:
- Don’t get left in the dark! > Jangan sampai ketinggalan! (slogan)
- A barking dog never bites > Air beriak tanda tak dalam (idiom)

4. Teknik adaptasi budaya 
Karena menerjemahkan itu bukan hanya mengalihbahasakan, tetapi juga mentransfer makna dan budaya, jadi harus ada adaptasi dari budaya sumber ke budaya sasaran. Teknik adaptasi ini digunakan jika sesuatu di dalam bahasa sumber diekspresikan dalam cara yang sama sekali berbeda yang sudah lazim digunakan dalam budaya bahasa sasaran.
Contoh:
- from top to toe > dari kepala sampai kaki
- when in rome do as the romans do > lain ladang lain belalang
- over the counter drugs > obat bebas
- life threatening danger > bahaya yang mengancam jiwa

5. Kompensasi 
Yaitu mengganti sebuah istilah dari bahasa sumber ke dalam istilah yang lebih lazim digunakan di dalam konteks bahasa sasaran.
Contoh:
- A PINCH of salt > sejumput garam (bukan “secubit garam”)
- She buys DOZENS of flowers. > Dia membeli puluhan kuntum bunga. (bukan “lusinan bunga”)
- They’ve been living here over A DECADE. > Mereka sudah tinggal di sini lebih dari sepuluh tahun. (bukan “satu dekade” walaupun ini masih berterima).

C. Teknik Penerjemahan Lainnya


1. Amplifikasi (penambahan) 
Yaitu memparafrasakan informasi menjadi lebih eksplisit di dalam bahasa sasaran untuk lebih memperjelas artinya.
Contoh:
- succulent > sukulen, yaitu tumbuhan berdaging tebal
- a perennial plant > tumbuhan parenial, yaitu tumbuhan yang menghijau sepanjang tahun

2. Amplifikasi linguistik 
Yaitu menambahkan unsur-unsur linguistik ke dalam BSa.
Contoh:
- No! > Tidak bisa begitu!
- Go away! > Enyah kau sekarang juga!

3. Kompresi linguistik 
Yaitu mengurangi (mempersingkat) unsur-unsur linguistik dalam bahasa sasaran.
Contoh:
- Watch out! > Awas!
- Are you sure about that? > Beneran?/Ciyus? (versi alay)
Kalau dalam bahasa Jerman itu seperti:
- Escuse me? > Bitte?
- You are welcome! > Bitte!”

4. Reduksi 
Yaitu penghilangan secara parsial.
Contoh:
- Holy month in Islam > Ramadan
- Horseback riding > berkuda
-  Prayer mat > sajadah
- Rice field > sawah
Atau sebaliknya, dari Indonesia ke Inggris:
- Musim dingin > winter
- Musim panas > summer

5. Deskripsi 
Digunakan untuk menggantikan “istilah yang asing” dengan “deskripsinya”.
Contoh:
- alizarin crimson > warna merah yang bias sedikit ke arah ungu
- rose madder genuine > pigmen warna merah yang lembut dan pekat
- humidifier > mesin pelembap udara

6. Kreasi diskursif 
Yaitu penggunaan padanan yang jauh dari konteks aslinya, biasanya digunakan dalam penerjemahan karya sastra.
Contoh:
- He’s a kungfu master > Dia adalah dewa kungfu.

7. Padanan lazim 
Yaitu penggunaan istilah yang sudah lazim dalam bahasa sasaran.
Contoh:
- Dear Mrs. XYZ > Yang terhormat Ibu XYZ
- Best regards > salam

8. Generalisasi 
Yaitu penggunaan istilah yang lebih umum pada bahasa sasaran karena tidak ada padanannya.
Contoh:
- Mansion > rumah besar
- Quilt > selimut

9. Partikularisasi 
Yaitu penggunaan istilah yang lebih konkret atau spesifik.
Contoh:
- Vehicle > mobil

10. Subsitusi 
Yaitu mengubah unsur linguistik seperti dari bahasa lisan menjadi bahasa isyarat.
Contoh:
- Gelengan kepala = “tidak/bukan”


Nah, setelah mengetahui teknik-tekniknya, yuk kita mulai bekerja:


Terjemahkan! 
- Baca kalimat dalam bahasa asli dengan hati-hati sebelum menerjemahkan. Jangan sampai salah membaca sebuah kata karena artinya bisa berbeda. Misalnya: ternyata kata yang benar adalah “stimulate” dan bukan “simulate”.

- Perhatikan konteks. Misalnya "mask”, apakah konteksnya cocok dengan terjemahan “masker” atau justru “topeng”?


- Untuk mengetahui konteks, baca kembali kalimat sebelumnya atau kalimat sesudahnya.

- Lokalkan istilah-istilah yang bisa dilokalkan. Misalnya: gadjet > gawai; browser > peramban.

- Kalau kalian kesulitan mengartikan sebuah kalimat yang panjang dan kompleks, sederhanakan dahulu kalimat tersebut konstruksi dasarnya: subjek, verba, objek, keterangan.

- Variasikan kata-kata dengan sinonimnya agar tidak terasa monoton. Misalnya: “menatap, memandang, melihat”.

- Googling istilah-istilah yang asing dan cari tahu maknanya. Wikipedia adalah salah satu sumber yang bisa diandalkan.

- Berkonsultasilah dengan pakar di bidangnya untuk istilah-istilah tertentu.

- Cari arti idiom dan temukan padanan yang tepat dalam bahasa tujuannya. Jangan menerjemahkan idiom secara harfiah.

- Tandai bagian yang masih kalian ragukan atau belum kalian temukan padanannya untuk dicek lagi nanti.

- Konversilah ukuran panjang, massa, volume, temperatur, luas, & mata uang dari bahasa sumber ke ukuran yang lazim digunakan di bahasa sasaran. Misalnya: “10 miles” > “16 meter”.

- Cek tautan ini: http://sundaymorningstory.blogspot.com/2014/01/jangan-menerjemahkan-secara-harfiah.html


Kalian belum selesai. Ada satu langkah terakhir sebelum menyerahkan hasil terjemahan:


Editlah untuk memeriksa tingkat keterbacaan!- Periksa dan bandingkan teks terjemahan dengan teks asli. Apakah ada bagian yang terlewat?
- Ubah kalimat-kalimat yang masih terasa janggal. Lokalkan!
- Berikan nilai rasa yang lebih tepat pada terjemahan kalian.
  Contoh: "kecil" > "mungil".
- Potong kalimat yang terlalu panjang.
- Buang kata-kata redundan. Hindari pemborosan.
- Periksa ejaan bahasa Indonesia yang benar di KBBI.
- Bersihkan saltik (salah ketik/typo).
- Betulkan tanda baca, huruf kapital, cetak miring, dan cetak tebal.
- Rapikan format pengetikan.

***


Praktik Nerjemahin, yuk!


Kita mulai praktik, ya. Aku mengambil sebuah artikel dari wikiHow: "How to Control Black Spot on Roses".
Kita akan ambil contoh kalimat dari sana & mencoba menerjemahkannya berdasarkan teori yang udah kita bahas sebelumnya.

Yuk, kita mulai dengan kalimat pertama:

Controlling black spot on roses is crucial to any rose grower.
Baca kalimat pertama. Ada istilah apa sih yang penting di situ?
> “black spot”.
Cari tahu apa padanan terjemahan yang udah biasa dipakai buat frasa ini. Nama-nama penyakit biasanya udah ada & kita ga boleh nentuin sendiri.

Kalau temen-temen googling, atau minimal membuka Kateglo, ternyata “black spot” ini terjemahannya adalah “bercak hitam”, bukan “titik hitam” atau “bintik hitam” atau noda hitam. Jadi, kita pakai istilah yang sudah lazim digunakan dalam dunia pertaniannya, ya.
http://www.kateglo.com/?mod=glossary&op=1&phrase=black+spot&dc=&lang=&src=&srch=Cari
**
Kalimat pertama ini meletakkan keterangan di depan (mengontrol bercak hitam pada bunga mawar) di awal & subjeknya jauh di belakang (rose grower).
Boleh saja terjemahannya disesuaikan sama struktur kalimat asal:

“Mengontrol bercak hitam pada mawar adalah penting bagi semua penanam mawar.”
Tapi berasa kaku ga sih?
Coba dilokalkan. Boleh mengubah urutan struktur, boleh menambahkan kata-kata buat melengkapinya.
>> Contoh: 
- Mengontrol bercak hitam adalah langkah yang penting diketahui oleh semua penanam mawar.
- Sebagai pemilik bunga mawar, Anda harus mengetahui cara mengendalikan penyakit bercak hitam.
**

Lanjut...

Black spot is a fungal disease characterized by black spots on the upper side of leaves.
Di sini frasa “black spot” disebut dua kali. Bisa saja terjemahannya jadi: “Bercak hitam adalah penyakit jamur yang ditandai dengan munculnya bercak-bercak hitam pada sisi atas daun.”
Tapi kita sudah belajar soal “kalimat efektif” http://sundaymorningstory.blogspot.com/2019/02/kalimat-efektif.html
Poin: Kalimat yang efektif itu harus hemat kata/frasa. Jangan ada redundansi. > Caranya: Tidak boleh ada kata yang sama di dalam sebuah kalimat.

Jadi, kita bisa ganti frasa “black spot” yang kedua dengan kata-kata lain, karena frasa kedua ini ga menunjukkan nama penyakit, tetapi deskripsinya. Jadi, boleh diganti. Kalau nama penyakitnya sih ga boleh diganti-ganti, ya. Harus pake terjemahan yang sama dari awal sampai akhir.

Nah, ada ide diganti dengan kata apa terjemahannya?

>> Contoh:
- Bercak hitam adalah penyakit jamur yang ditandai dengan munculnya bintik-bintik hitam pada sisi atas daun.- Bisa juga menggunakan kata "titik-titik hitam".

**

Sekarang kita cari contoh yang mengharuskan terjemahannya buat memenggal kalimat. Boleh enggak sih 1 kalimat asli dijadiin 2 kalimat terjemahan? Boleh, kalau memang kalimatnya kepanjangan, misalnya. Demi membuat hasil terjemahan lebih mudah dibaca dan dipahami.

Tending to occur in warm, wet weather, usually during wet summers, the leaves of infected roses turn yellow and fall off.
Kalau kita patuh pada struktur aslinya, terjemahannya akan jadi seperti ini: 

“Cenderung terjadi saat suhu sedang hangat dan lembap, biasanya pada musim panas yang basah, daun mawar yang terinfeksi akan berubah kekuningan dan jatuh."

Kalimatnya bertingkat-tingkat, ya. Nah, kita punya pilihan lain untuk supaya kalimat ini lebih mudah dipahami:

Penyakit ini cenderung muncul saat suhu sedang hangat dan lembap, biasanya pada musim panas yang basah. Daun mawar yang terinfeksi akan berubah kekuningan dan jatuh.
**

Kita lihat sebentar frasa “fall off”. Di atas aku menggunakan kata “jatuh”. Tapi sebenarnya kita punya pilihan yang lebih cantik dalam bahasa Indonesia buat frasa “daun jatuh” ini. Ini termasuk teori: nomor 5 di atas, yaitu “Kompensasi” > mengganti sebuah istilah dari bahasa sumber ke dalam istilah yang lebih lazim digunakan di dalam konteks bahasa sasaran.
Ada yang tahu?

>> Contoh:
Daun gugur, rontok.
Lebih elok, kan terjemahannya?

**

Nah, kita sampai ke pola kalimat yang sering banget muncul dalam bahasa Inggris & banyak yang terjemahannya jadi terasa aneh:

This weakens the plant by making it more susceptible to other diseases or opening it up to injury for the next winter.
Temen-temen tahu apa yang aku maksud? Kata “This”. Kata ganti “this” ini sering muncul dalam kalimat baru dan kita harus melihat ke kalimat sebelumnya untuk mengetahui, mengacu ke apa sih kata ini? 

Iya, mengacu ke frasa “bercak hitam”. Jadi kita pakai frasa tersebut buat terjemahannya. 
Jangan menerjemahkan “This weakens the plant” menjadi “Ini akan memperlemah tanaman”. 
Tapi, terjemahin jadi: 

“Bercak hitam akan memperlemah tanaman dengan membuatnya semakin rentan terjangkit penyakit lain.”
**

Lanjut ke anak kalimatnya:

“… or opening it up to injury for the next winter.”
Ini kalimat yang kalau diterjemahin secara harfiah, hasilnya akan jadi: “atau membukanya terhadap luka pada musim dingin.”

Tapi, masuk akal enggak sih? Kalau enggak, cari arti lain dari frasa “open up” yang maknanya sesuai untuk kalimat ini.
Ada ide?
Coba cek di https://www.thefreedictionary.com/open+up
>> Contoh:
Kita bisa pakai kata "terekspos", misalnya.

**

Lanjut ke kalimat berikutnya.

The organism responsible for black spot spreads quickly and can move from plant to plant if proper care is not taken.
Ada yang mau mencoba menerjemahkannya? Silakan langsung dicoba, ya. Perhalus dan lokalkan istilah-istilahnya, cari kata pengganti yang lebih tepat dan masuk logika di dalam bahasa Indonesia, tanpa mengubah makna yang ingin disampaikan dalam bahasa asalnya.

>> Contoh:
“Organisme penyebab bercak hitam bisa menyebar dengan cepat dan berpindah dari satu tanaman ke tanaman lain jika tidak segera dibasmi.”
**

Selanjutnya:

Specific lists of disease-resistant roses are online, and nurseries likely have their own list. All roses vary by region, so do a local check for varieties that grow best in your area.
Ayo cobain, ya.

>> Contoh: 
Anda bisa mencari tahu daftar khusus mawar yang resistan terhadap penyakit di internet, dan kebun pembibitan juga biasanya memiliki daftar sendiri. Jenis bunga mawar bervariasi tergantung daerah, jadi cari tahulah varietas lokal yang paling cocok ditanam di tempat Anda.
**

Ini ada contoh kalimat yang bagus buat diterjemahin:
Decreasing the Opportunities for Black Spot
>> Contoh terjemahannya jadi:
- Mengurangi Risiko Bercak Hitam
- Mengurangi Peluang Munculnya Bercak Hitam

***

Kalau mau latihan yang lebih lengkap, ini tautan artikel yang kita bahas di atas: https://www.wikihow.com/Control-Black-Spot-on-Roses dan ini hasil terjemahanku dalam bahasa Indonesia untuk bahan perbandingan: https://id.wikihow.com/Mengendalikan-Penyakit-Bercak-Hitam-pada-Bunga-Mawar.

Semoga bermanfaat.


Thursday, January 31, 2019

Enya: Only Time - Piano Cover by Qei

Only Time Lyric
Enya

Who can say where the road goes
Where the day flows, only time
And who can say if your love grows
As your heart chose, only time

Who can say why your heart sighs
As your love flies, only time
And who can say why your heart cries
When your love lies, only time

Who can say when the roads meet
That love might be in your heart
And who can say when the day sleeps
If the night keeps all your heart
Night keeps all your heart

Who can say if your love grows
As your heart chose
Only time
And who can say where the road goes
Where the day flows, only time

Who knows? Only time

Thursday, January 24, 2019

Toto: Africa - Piano Cover by Qei


Toto: Africa Lyric

I hear the drums echoing tonight
But she hears only whispers of some quiet conversation
She's coming in, 12:30 flight
The moonlit wings reflect the stars that guide me towards salvation
I stopped an old man along the way
Hoping to find some long forgotten words or ancient melodies
He turned to me as if to say, "Hurry boy, it's waiting there for you"

It's gonna take a lot to take me away from you
There's nothing that a hundred men or more could ever do
I bless the rains down in Africa
Gonna take some time to do the things we never had

The wild dogs cry out in the night
As they grow restless, longing for some solitary company
I know that I must do what's right
As sure as Kilimanjaro rises like Olympus above the Serengeti
I seek to cure what's deep inside, frightened of this thing that I've become

It's gonna take a lot to drag me away from you
There's nothing that a hundred men or more could ever do
I bless the rains down in Africa
Gonna take some time to do the things we never had

Hurry boy, she's waiting there for you

It's gonna take a lot to drag me away from you
There's nothing that a hundred men or more could ever do
I bless the rains down in Africa
I bless the rains down in Africa
(I bless the rain)
I bless the rains down in Africa
(I bless the rain)
I bless the rains down in Africa
I bless the rains down in Africa
(Ah, gonna take the time)
Gonna take some time to do the things we never had

Friday, January 18, 2019

Kuliah Jumat Kontenesia: Kohesi dan Koherensi Bahasa




Dalam linguistik, kohesi artinya adalah “keterikatan antarunsur dalam struktur sintaksis atau struktur wacana, yang ditandai dengan konjungsi, pengulangan, penyulihan, dan pelesapan” (KBBI: https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/kohesi).

Sedangkan koherensi adalalah “hubungan logis antara bagian karangan atau antarkalimat dalam satu paragraf” (KBBI: https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/koherensi).

CONTOH


Kita kasih contoh dulu, ya, biar kebayang:
1. Kalimat yang kohesif, tetapi tidak koheren:
“Aku suka bepergian. Kemarin tetanggaku bepergian ke Swiss. Tetanggaku itu sangat ganteng.”

Kata-kata yang kohesif: bepergian > bepergian > tetanggaku > tetanggaku.
Masih terikat secara “kata”, tetapi secara makna ini acak-acakan dan ga nyambung.

2. Kalimat yang koheren, tetapi tidak kohesif:
“Aku suka bepergian. Indonesia itu sangat indah, lho.”

Ini sudah koheren. Mungkin si “aku” ini sudah bepergian keliling Indonesia & melihat bahwa Indonesia itu indah. Tapi kalimat-kalimat ini maknanya bagai berdiri sendiri & tidak saling berkaitan karena kekurangan kata-kata kohesi yang bisa menghubungkan keduanya.

3. Sekarang perhatikan kalimat ketiga yang kohesif dan koheren:
“Aku suka bepergian. Bepergian itu menenangkan pikiran dan memberiku pengalaman baru. Alasan-alasan itulah yang membuatku menyukainya.”

Unsur-unsur yang membuat kalimat di atas kohesif: bepergian > bepergian > menenangkan pikiran & memberiku pengalaman > alasan-alasan itulah.
Makna kalimat-kalimat di atas juga saling terkait. Saling nyambung. Ga ada kalimat yang berdiri sendiri, baik secara urutan kalimat, maupun maknanya.

Jadi bisa disimpulkan:

KOHESI:


- Sebuah tulisan dikatakan kohesif jika kalimat-kalimat dan paragraf-paragrafnya memiliki keterikatan, selaras, dan nyambung satu sama lain.

- Kohesi bisa diekspresikan secara gramatik maupun leksikal (Halliday and Hasan, 1976). Ini nanti kita bahas lebih detail ya.

KOHERENSI:


- Setelah kohesi, kemudian akan tercipta koherensi, yaitu makna tulisan terasa logis dan menjadi satu kesatuan utuh. Ga ada ide yang melenceng dan terlepas dari tema utama.

- Koherensi itu bisa disebut sebagai “kesesuaian konteks yang akan membuat sebuah kalimat dipahami dan pesan dalam kalimat tersebut tersampaikan dengan baik”.

Cara Membuat Tulisan yang Kohesif


Sekarang kita bahas praktiknya, ya. Gimana sih, cara membuat tulisan yang kohesif?
Tadi udah kita bahas bahwa kohesi itu bisa diekspresikan secara gramatik maupun leksikal.
Kohesi gramatik diekspresikan melalui sistem gramatik bahasa, seperti referensi, substitusi, elipsis, dan konjungsi.

Sementara kohesi leksikal diekspresikan melalui pilihan kosakata yang sama atau berkaitan secara semantik, seperti reiterasi/pengulangan (repetisi, sinonim, superordinat, kata-kata umum), dan kolokasi (asosiasi tetap antara sebuah kata dan kata lain dalam lingkungan yang sama).

Contoh kohesi gramatik:

1. Menggunakan referensi: Beli APARTEMEN INI sekarang juga! Senin hargaNYA naik.
2. Menggunakan substitusi (pengganti): MUSTIKA merasa sangat bahagia. Minggu depan DIA akan menikah.
3. Menggunakan elipsis (kalimat yang terputus): Kamu boleh membeli panci itu kalau [kamu] mau [membeli panci itu].
4. Menggunakan konjungsi (kata hubung): Kristal menyukai dia. NAMUN, dia tidak tahu.

Contoh kohesi leksikal:

1. Menggunakan repetisi (pengulangan): Yurind mempunyai seekor KUCING. KUCING itu diberi nama Sapi.
2. Menggunakan sinonim: Tika baru saja mengadopsi seekor KUCING. MEONG lucu itu diberi nama Pupus Kanopus.
3. Menggunakan superordinat (kata berkasta lebih tinggi): Mba Ade tidak memiliki KUCING. Ada trauma masa lalu yang membuatnya tidak ingin lagi mengadopsi BINATANG yang satu itu.
4. Menggunakan kata-kata umum: Aku bingung nyari contoh yang ini dalam bahasa Indonesia. Coba pakai contoh yang Inggrisnya aja, ya: “I have a KITTEN. That BABY CAT is so cute.”
5. Menggunakan kolokasi (sesuatu yang berdampingan & biasanya diasosiasikan sebagai satu kesatuan): Revin memiliki KUCING, ANJING, dan KELINCI. Dia sangat menyayangi BINATANG PELIHARAANNYA.



Monday, January 14, 2019

Kuliah Jumat Kontenesia: Kata Ganti Orang (Pronomina Persona)



Kata ganti orang atau “pronomina persona” atau adalah kata yang berfungsi untuk menggantikan kata benda orang (atau kata panggilan untuk seseorang) agar kalimat menjadi lebih efektif, tidak membosankan, dan tidak mengulang-ulang sebutan untuk orang yang sama.
Ciri-cirinya: biasanya terdapat pada posisi subjek dan objek.

Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui terkait “kata ganti orang”: 

1. Kata ganti orang ini bisa bersifat tunggal maupun jamak.
2. Hanya bisa dipakai untuk mengganti kata benda orang, nama orang, atau hal-hal lain yang dipersonifikasikan (benda mati yang dianggap hidup), kecuali kata ganti “ia” dan “mereka” yang kadang digunakan untuk mengganti kata benda tidak bernyawa.
3. Kata ganti orang ini bukan “kata sapaan” seperti “Anda (dalam konteks sapaan), Saudara, Bapak, Ibu, Yang Mulia, Tuan, Nyonya” karena kata-kata tersebut termasuk nomina.

Kita bahas satu-satu ya.

1. Kata ganti orang pertama tunggal, yaitu: “saya” (bahasa formal); “aku , daku, diriku, hamba, beta” (bahasa nonformal).
2. Kata ganti orang pertama jamak, yaitu: “kami, kita”.
3. Kata ganti orang kedua tunggal, yaitu: “Anda” (bahasa formal, selalu ditulis dalam huruf kapital); “kamu, kau, engkau, dikau” (bahasa nonformal).
4. Kata ganti orang kedua jamak, yaitu: “Anda semua, Anda sekalian” (bahasa formal); “kalian, kamu sekalian” (bahasa nonformal).
5. Kata ganti orang ketiga tunggal, yaitu: “beliau” (bahasa formal); “dia, ia” (bahasa nonformal).
6. Kata ganti orang ketiga jamak, yaitu: “mereka, mereka semua.”

Ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Tentang “kami” dan “kita”
- kita > melibatkan kawan bicara
- kami > TIDAK melibatkan kawan bicara
Contoh:
- Tim editor ke penulis: “Kita makan-makan Sabtu ini.” > artinya: tim editor MENGAJAK penulis untuk ikut makan-makan pada hari Sabtu ini.
- Tim editor ke penulis: “Kami makan-makan hari Sabtu ini.” > artinya: tim editor CUMA MEMBERI TAHU bahwa mereka akan makan-makan pada hari Sabtu ini. Penulis enggak diajak.
 
Perbedaan "kita" dan "kami"
*dari koleksi infografisnya Mas Ivan Lanin


2. Catatan kedua adalah terkait “dia” dan “ia”

- “dia” hanya bisa digunakan untuk mengganti nama orang atau benda yang dipersonifikasikan. Contohnya dalam buku fabel yang tokoh-tokoh binatangnya hidup dan berbicara seperti manusia.

- “ia” bisa digunakan sebagai kata ganti orang maupun benda mati.

- Kata “dia” bisa diletakkan sebagai objek, sementara “ia” tidak bisa. Contohnya pada kalimat “Aku cinta ia”. Kalimat ini tidak berterima dalam ragam bahasa baku & akan terasa janggal. Yang benar tentu saja “Aku cinta dia”.

Thursday, January 3, 2019

Bebe Rexha - I'm a Mess - Piano Cover by Qei


I'm a Mess Lyric
Bebe Rexha 

Everything's been so messed up here lately
Pretty sure he don't wanna be my baby
Oh, he don't love me, he don't love me
He don't love me, he don't love me
But that's okay
'Cause I love me, yeah, I love me
Yeah, I love me
Yeah, I love myself anyway
Hey

Everything's gonna be alright
Everything's gonna be okay
It's gonna be a good, good, life
That's what my therapist say
Everything's gonna be alright
Everything's gonna be just fine
It's gonna be a good, good life

I'm a mess, I'm a loser
I'm a hater, I'm a user
I'm a mess for your love, it ain't new
I'm obsessed, I'm embarrassed
I don't trust no one around us
I'm a mess for your love, it ain't new

Nobody shows up unless I'm paying
Have a drink on me cheers to the failing
Oh, he don't love me, he don't love me
He don't love me, he don't love me
But that's okay
'Cause I love me, yeah, I love me
Yeah, I love me
Yeah, I love myself anyway
Hey

Everything's gonna be alright
Everything's gonna be okay
It's gonna be a good, good life
That's what my therapist say
Everything's gonna be alright
Everything's gonna be just fine
It's gonna be a good, good life

I'm a mess, I'm a loser
I'm a hater, I'm a user
I'm a mess for your love, it ain't new
I'm obsessed, I'm embarrassed
I don't trust no one around us
I'm a mess for your love, it ain't new

Everything's gonna be alright, alright
Everything's gonna be just fine, just fine
It's gonna be a good, good life

I'm a mess, I'm a loser
I'm a hater, I'm a user
I'm a mess for your love, it ain't new
I'm obsessed, I'm embarrassed
I don't trust no one around us
I'm a mess for your love, it ain't new

Monday, December 31, 2018

Tips Memotret Dasar Bagi Pengguna Kamera HP

Karena pembahasan ini khusus buat kamera saku, kamera HP, atau tablet, jadi aku ga akan membahas soal ISO, kecepatan rana (shutter speed), diafragma (aperture), dan teori teknis lainnya. Anggap saja kita pakai mode otomatis kamera. Jadi, yang akan aku bahas di sini bukan teori fotografinya, tetapi lebih ke hal praktisnya.

Ada beberapa hal penting yang harus kita perhatikan untuk menghasilkan foto yang bagus. “Bagus” yang dimaksud di sini adalah:
  • Jernih, tidak noise
  • Tajam, tidak buram (blur)
  • Komposisinya enak dilihat, tidak aneh
  • Latar belakang tidak berantakan
  • Warnanya pekat, tidak pucat
Untuk membuat foto yang bagus, ada beberapa hal penting yang harus kita perhatikan, yaitu:

1. Pencahayaan


Untuk mendapatkan foto yang jernih dan tidak noise, kita harus memperhatikan pencahayaan. Terang untuk mata kita, belum tentu terang untuk lensa kamera. Ada beberapa poin yang perlu kita garis bawahi, yaitu:

- Pemotretan yang aman untuk kamera ponsel adalah di luar rumah, di tempat teduh, dengan memanfaatkan sinar matahari.

- Untuk pemotretan di dalam ruangan, posisikan objek foto di depan jendela yang teterpa sinar matahari. Kalau kondisinya sudah malam, nyalakanlah semua lampu, tambahkan lampu belajar kalau ada, agar objek foto tidak terlalu gelap.

- Ingat, yang dicahayai adalah objek foto, bukan fotografernya. Jadi sinar lampu harus menyorot ke arah objek bukan ke muka fotografer.

- Gunakan cahaya yang lembut, bukan yang keras. Contoh cahaya yang lembut adalah di depan jendela bergorden putih transparan, di bawah naungan (pohon, kanopi). Contoh cahaya yang keras adalah di bawah terik sinar matahari tengah hari bolong. 

Cahaya lembut vs cahaya keras.

- Cahaya yang lembut akan menghasilkan gradasi yang halus dari bagian terang ke gelap pada foto.

- Cahaya yang keras akan menghasilkan kontras yang tinggi antara bagian terang dengan bagian gelap pada foto.

- Low light is a big NO! Kondisi yang rendah cahaya (low light) ini bisa membuat foto menjadi gelap dan noise (grainy), yaitu foto akan jadi seperti butiran pasir kasar.

- Bagaimana dengan lampu kilat (flash) terpasang yang ada pada kamera? Gunakan hanya dalam keadaan darurat karena lampu kilat terpasang ini cahayanya keras dan tidak akan bagus. Contohnya, cek saja foto SIM dan KTP. Itu hasil dari lampu kilat yang ditembakkan langsung ke objek foto.

2. Foto harus tajam, tidak buram


Untuk menghasilkan foto yang tajam dan tidak buram (blur), ada beberapa syarat:

- Jangan menzum saat menggunakan kamera ponsel. Kalau objek foto terlalu jauh, majulah secara fisik, hampiri objek foto lebih dekat. Pilihan zum pada kamera HP ini tidak sama dengan zum pada lensa profesional. Pada kamera HP, fitur ini sebenarnya meng-crop foto, bukan menzum menjadi lebih dekat. Akibatnya, kualitas foto akan turun dan foto jadi noise atau pecah (pixelated).

- Jangan lupa titik fokusnya diketuk dulu di layar, baru kemudian ketuk tombol rana.

- Tangan kita tidak boleh goyang saat memijit tombol rana (shutter button).

- Objek foto tidak boleh goyang saat tombol rana dipijit.

Ada beberapa trik supaya kamera tidak (terlalu) goyang saat tombol rana dipijit. Trik ini berguna juga saat kalian mengambil video:


- Pegang kamera dengan kedua tangan, jangan satu.

- Dekatkan kamera & tangan sedekat mungkin ke badan (dada) untuk membuatnya lebih stabil.

- Sangga tangan dengan sikut. Ini juga agar kamera lebih stabil.

- Letakkan kamera di atas benda yang kokoh saat kalian mengambil foto. Misalnya di atas meja.

- Gunakan apa pun benda kokoh di sekitar kalian untuk menyangga tangan saat kalian memotret.

- Jangan pernah memotret (apalagi mengambil video) dengan merentangkan tangan jauh ke depan, karena hasilnya akan goyang.

- Kalau ada tripod, monopod, atau bahkan tongsis, manfaatkan untuk menyangga kamera.

3. Pikirkan komposisi


- Untuk menghasilkan foto yang bagus, komposisinya enak dilihat, dan tidak aneh, gunakan rumus rule of thirds. Jadi begini, prinsip rule of thirds ini adalah membagi foto menjadi sepertiga bagian secara imajiner (secara vertikal maupun horizontal) menjadi sembilan kotak. Dan saat memotret, kalian harus menempatkan bagian paling menarik dari objek foto dengan patokan imajiner ini.

Komposisi foto dengan rule of thirds (kiri) dan tidak (kanan).
Berdasarkan aturan rule of thirds, pusat perhatian foto justru tidak diletakkan pada kotak tengah, melainkan pada kotak/garis yang berada di samping, baik di kiri, kanan, atas, atau pun bawah. Dengan rule of thirds, komposisi foto akan terlihat lebih bagus dan alami saat dilihat dan dipersepsi oleh otak kita.

Satu hal yang perlu diingat, peraturan ini tidak wajib diaplikasikan pada semua foto yang kalian buat. Kalian boleh saja meletakkan pusat perhatian foto tepat di tengah-tengah jika komposisi tersebut memang cocok untuk objek yang bersangkutan. 

- Jangan lupa sisakan headroom, yaitu ruang di atas kepala. Jangan pernah meng-crop tepat di ujung kepala karena itu akan membuat objek foto terlihat dimampatkan ke dalam frame

Sisakan headroom dan breathing room.

- Selain headroom, ada juga moving room (ruang gerak) atau breathing room (ruang bernapas) yaitu ruang di depan objek. Jadi kalau objek foto dipotret dalam posisi menyamping dan menghadap ke kanan, kalian boleh menghabiskan ruang di belakang punggungnya (punggung objek foto tepat berada di tepi frame), tetapi sisakan ruang kosong di depan objek supaya dia tidak tampak mentok ke tepi frame.

- Turun! Turun ke level setinggi objek foto. Sejajarkan objek foto selevel dengan kamera. Misalnya saat memotret anak kecil setinggi pinggang, jangan memotretnya sambil berdiri. Berjongkok atau berlututlah. Sejajarkan tingginya dengan tinggi kamera yang kalian pegang. Jangan mengambil foto sambil berdiri dan membidik mereka ke arah bawah. (Kecuali untuk kasus tertentu).

Turun hingga objek foto selevel dengan kamera.
Dengan menyamakan tinggi kamera dengan tinggi subjek, wajah atau kepala subjek tidak akan terlihat “besar sebagian, sementara tubuhnya kecil”. Perspektif foto dari atas juga akan terasa aneh untuk mata kita yang melihatnya.

4. Perhatikan latar belakang


Mulai sekarang, pakai pola pikir terbalik: Alih-alih “apa yang kalian masukkan ke dalam frame”, pikirkan “apa yang tidak perlu kalian masukkan ke dalam frame”.

“Apa yang kita masukkan” itu biasanya sudah jelas. Misalnya objek fotonya “anak kita bermain di taman". Tapi, kita cenderung abai dengan bagian latar belakang yang akhirnya “terbawa” ke dalam foto dan hasil foto pun tampak berantakan. Di belakang anak kita ada orang lagi ngupil, di ujung sana ada kucing lagi pup.

Hindari memasukkan latar belakang yang berantakan.

Nah, supaya ga ada photo bomb dan untuk mengurangi keberantakan di latar belakang, majulah lebih dekat! Lebih dekat lagi! Besar di mata kita, tidak berarti besar di kamera. Apalagi di dalan foto berukuran 4 x 5 cm saat dicetak nanti. Jadi maju, maju, maju terus sampai objek foto memenuhi frame. Tapi, rumus ini ga berlaku kalau kalian ingin memasukkan pemandangan sebagai latar belakang, ya. 

5. Edit foto. Selalu!


Terutama untuk pengaturan dasar seperti:
- Brightness (tingkat kecerahan)
- Contrast (kontras)
- Saturation (saturasi)
- Sharpen (tingkat ketajaman)

Foro tidak diedit vs diedit.

Kenapa foto (terutama dari kamera HP dan kamera saku haris diedit? Karena warna yang tertangkap oleh kamera tidak setajam warna aslinya. Pengeditan ini akan membantu membuat warna foto menjadi lebih kuat, tajam, dan tidak pucat.

***


Sunday, December 30, 2018

Frozen - Let It Go by Qei (Piano), Kamilah (Violin), Debita & Maharani (Vocals)


Let It Go Idina Menzel The snow glows white on the mountain tonight Not a footprint to be seen A kingdom of isolation And it looks like I'm the queen The wind is howling like this swirling storm inside Couldn't keep it in, heaven knows I've tried Don't let them in, don't let them see Be the good girl you always have to be Conceal, don't feel, don't let them know Well, now they know Let it go, let it go Can't hold it back anymore Let it go, let it go Turn away and slam the door I don't care what they're going to say Let the storm rage on The cold never bothered me anyway Let it go, let it go Can't hold it back anymore Let it go, let it go Turn away and slam the door Let it go (go, go, go go, go go, go go, go, go, go go) Let it go Let it go Let it go It's funny how some distance makes everything seem small And the fears that once controlled me can't get to me at all It's time to see what I can do To test the limits and break through No right, no wrong, no rules for me I'm free Let it go, let it go I am one with the wind and sky Let it go, let it go You'll never see me cry Here I stand and here I stay Let the storm rage on My power flurries through the air into the ground My soul is spiraling in frozen fractals all around And one thought crystallizes like an icy blast I'm never going back, the past is in the past Let it go The cold never bothered me anyway Let it go, let it go And I'll rise like the break of dawn Let it go, let it go That perfect girl is gone Here I stand in the light of day Let the storm rage on

Friday, December 21, 2018

Melly Goeslaw - Bunda - Piano Cover by Qei





Bunda - Lirik
Melly Goeslaw

Kubuka album biru
Penuh debu dan usang
Ku pandangi semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda

Pikirkupun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku

Reff:
Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu dtimang

Nada nada yang indah
Slalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi deritanya

Tangan halus dan suci

Tlah mengangkat diri ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Rela dia berikan

Back to reff

Oh bunda ada dan tiada dirimu
Kan slalu ada di dalam hatiku