Wednesday, May 15, 2019

Mengenal Bermacam-macam Saus dalam Bahasa Inggris & Tips Lainnya

Kuliah Kontenesia

Kebetulan di sebuah artikel ada ngomongin tentang saus, jadi keidean buat bahas macam2 saus, sambal & celupan2 lain dalam bahasa Inggris. Yang tahu, silakan sumbang info juga ya...

- sauce = saus. Sauce itu macam2. mulai dari ketchup, chili sauce, saus2 pasta, saus yg dibuat dari mentega (butter), saus ikan, mustard, meat based sauce, dll. yang kental2 lah.
- ketchup/tomato sauce = saus tomat
- chili sauce = saus pedas
- soy sauce = kecap hitam seperti yang kita kenal di Indonesia. JAdi inget, kalo ada orang bule minta "ketchup", jangan pernah dikasih Kecap Bango, apalagi ketchup pipi...
- salsa = biasanya dibikin dari campuran sayur.buah/kacang2an mentah/matang yg dirajang kasar.
- dressing = larutan yang biasanya dipake buat membumbui salad. Bisa berupa campuran minyak zaitun (olive) dan cuka, bisa juga produk susu fermentasi kayak yogurt, dll.
- gravy = kuah daging yg kental
- glaze = cairan glossy (mengilap) kental yang ditaburin di atas makanan. Bisa manis, bisa juga asin
- dip/dipping sauce = celupan/saus celup
- jus = gravy atau saus yang biasanya dibikin dari kuah daging panggang
- fondue = saus keju yg meleleh
- hummus = saus berbasis kacang arab yg ditumbuk halus + bumbu lain
- marinara sauce = saus tomat yang sisajiin sama breadsticks, pizza, dll.
- mustard = saus yg dibikin dari biji mustar
- mayonaise = saus berbahan dasar putih telur, minyak nabati, & cuka
- guacamole = celupan yg bahan dasarnya alpukat + lemon
- tabasco = ini sebenernya merek. Saus cabe super pedas
- wasabi = saus pedas khas Jepang dari tanaman bernama wasabi yg diparut

Penulisan Angka di Awal Kalimat

Temen2, angka itu ga boleh ditaro di awal kalimat. Ini berlaku untuk bahasa Indonesia & Inggris.
Contoh yg salah: "24 hours customer service..........."

Kalau ada angka yang harus ditaro di awal kalimat, angka tersebut harus ditulis dalam bentuk kata:
Contoh yang salah: "100 kamar tersedia di hotel ini......"
Seharusnya: "Seratus kamar..............."

Kalau angkanya terlalu panjang kalo ditulis pake huruf, kayak di contoh pertama: "24 jam customer service......." >> Berarti temen2 harus mengolah kalimat tersebut dan letakkan angkanya di tengah, alih2 di awal.

*Ini berlaku kecuali untuk judul2 artikel di internet, karena buat judul artikel di internet, penambahan angka ini syarat buat bikin si artikel jadi viral.

Membedakan "Garden" atau "Park"?

1. Bandung memiliki banyak taman kota. >> garden atau park?
2. Kebun Raya Bogor >> garden atau park?
3. Taman Impian Jaya Ancol >> garden atau park?
4. Taman di halaman rumah >> garden atau park?
5. Kebun sayuran di belakang rumah >> garden atau park?
6. Taman Nasional Baluran >> garden atau park?
*Lihat jawabannya di paling bawah

Tambahan dari Putri Prihatini:

Karena baru ngerjain job Muaythai serba kopi, dan dua job yang DL-nya bulan Mei ini juga tentang kopi (masing-masing Judo dan Muaythai), aku jadi banyak main dengan istilah-istilah kopi :-D
Body: menggambarkan sensasi fisik cairan kopi di dalam mulut. Ini digambarkan dengan istilah kayak “thick”, “thin”, “heavy”, “rich.”

Finish: menggambarkan rasa yang “tertinggal” di bagian belakang lidah dan tenggorokan saat kopi sudah diteguk. Biasanya digambarkan dengan kata-kata “bitter,” “fruity,” “chocolaty,” “smoky,” “earthy,” tergantung jenis kopinya.

Crack: menggambarkan keretakan yang mulai muncul pada biji kopi saat dipanggang. Istilah “first crack” biasanya untuk menggambarkan kopi yang dipanggang sebentar (light-roasted coffee). “Second crack” menggambarkan saat kopi sudah memasuki tahap dipanggang sampai gelap (dark-roasted coffee).

Acrid: rasa asam yang sangat kuat, levelnya lebih kuat dari “sour.” Ini untuk kopi yang tingkat keasamannya tinggi banget.

Bouquet: aroma khas biji kopi yang baru dipanggang dan digiling.

Bright: rasa kopi yang cenderung ringan, lembut, enak di mulut, nggak terlalu asam atau pahit.

Demitasse: cangkir kopi yang ukurannya lebih mungil dari cangkir biasa, biasanya untuk espresso.

Biasanya kalau ada perintah menggambarkan rasa kopi tertentu, ada beberapa hal yang harus dijelaskan: flavor, aroma, acidity level, body (lihat atas), finish (lihat atas).
"Finish" kadang-kadang disebut dengan istilah "aftertaste" (rasa yang "ketinggalan" samar-samar biarpun minuman/makanannya udah ditelan).
Oh ya, untuk rasa kopi biasanya pakai kata-kata macam "earthy" (rasanya agak kayak "tanah", rasa yang natural gitu), "fruity," "citrus-like," "caramel-like," "chocolaty," "nutty", "smoky" (kayak ada sensasi mirip asap, seperti kopi yang baru dipanggang sampai gelap).

*Jawaban garden/park:
1. Bandung memiliki banyak taman kota. >> park
2. Kebun Raya Bogor >> garden
3. Taman Impian Jaya Ancol >> park
4. Taman di halaman rumah >> garden
5. Kebun sayuran di belakang rumah >> garden
6. Taman Nasional Baluran >> park

Penjelasan dari Klaus Rachman: 
kalo garden itu walaupun misalnya dia bisa dikunjungi dan jadi tempat wisata, tapi fokus utamanya itu ke pelestarian atau pengembangan tanamannya. kayak kebun sayuran belakang rumah kan, veggie garden istilahnya.

kalo park itu fungsi utamanya lebih ke buat tempat hiburan sih dan bukan ke arah kyk pembudidayaan tanamannya. makanya bisa amusement park (mis. Dufan, Trans Studio).

Tuesday, May 14, 2019

Yiruma: River Flows in You - Piano Cover by Qei

Belajar Membedakan Makna Kata-Kata Berbahasa Inggris

Kuliah Senin Kontenesia: Belajar Membedakan Makna Kata-Kata Berbahasa Inggris


Belajar membedakan makna kata-kata berbahasa Inggris berikut ini, yuk!

Kalau dicek sekilas di kamus, kata-kata ini memiliki arti yang sama, tetapi ternyata makna, konteks, atau pengaplikasiannya berbeda. Yuk, kita bahas satu per satu:

· To study, to learn = belajar

Bedanya: “to study” itu untuk konteks seperti “belajar di sekolah”. Perihal kamu mengerti atau tidak apa yang diajarkan oleh guru, itu soal lain.
Sementara kalau “to learn” itu maknanya “belajar yang disertai dengan pemahaman yang mendalam.” Kamu bisa saja belajarnya dari video di YouTube, misalnya, tapi kamu mendapatkan ilmunya dari hasil belajar tersebut.

· To hear, to listen = mendengar

Bedanya: “to hear” itu mendengar sih mendengar, tapi bisa saja mendengarnya sepintas lalu. Misalnya, “Aku mendengar dia berteriak.” Perihal dia meneriakkan apa, entahlah.
Sementara kalau “to listen” itu mendengarkan sambil menyimak & memahami. Masuk ke otak & kamu cerna.

· To see, to observe, to stare = melihat

Bedanya: “to see: bisa jadi hanya melihat sepintas lalu.
Kalau “to observe” maknanya lebih ke “mengamati/memperhatikan dengan jeli" (seperti mengamati sesuatu memakai mikroskop). 
Sementara, “to stare” itu lebih ke “memelototi/memandang/menatap terus-menerus (sampai ga berkedip, misalnya)”.

· To lend, to borrow = meminjam

Bedanya, “to lend” itu meminjamkan, dalam konteks seperti: “Aku meminjamkan buku kepadanya.”
Sementara “to borrow” adalah “meminjam”, dalam konteks seperti: “Dia meminjam buku dariku.”

· To take, to bring = membawa

Bedanya, “to take” itu membawa sesuatu menjauhi si pembicara. Misalnya, “Take it out!”.
Sementara “bring” itu membawa sesuatu mendekati si pembicara. Misalnya, “Bring it here!”.


Tambahan dari Putri Prihatini:

Price biasanya untuk barang yang dijual, yang kalau sudah dibeli jadi milik pembelinya secara permanen (book price, car price, oil price).

Rate lebih cocok untuk "tarif." Misalnya "hotel rate." Jadi bedanya "hotel price" sama "hotel rate" = kalau nanya hotel rate berarti nanya tarif semalam nginep di sana berapa. Kalau nanya hotel price berarti bakat horang kayah karena mau beli hotel :-D

Fare biasanya untuk transportas publik. Jadi kayak taxi fare, bus fare, etc.

Fee lebih cocok untuk pembayaran atas penyewaan atau jasa profesional, misalnya kalau mau nyewa mobil berarti nanya "rental fee." Uang sekolah istilahnya "school fee" atau "tuition fee."

Monday, May 6, 2019

Mengenal Jenis-Jenis Kamera dan Alat Fotografi Lainnya


Kuliah Senin Kontenesia

~ untuk penulis konten ~

Pertama kita kenalan dulu sama jenis-jenis kamera.

Jenis kamera berdasarkan ada tidaknya cermin di dalam kamera:

1. Kamera dSLR = Digital Single Lens Reflex, yaitu kamera digital yang menggunakan sistem cermin otomatis dan pentaprisma/pentamirror (cermin segi lima) untuk meneruskan cahaya dari lensa menuju ke jendela bidik (viewfinder).

2. Kamera mirrorless adalah kamera yang tidak memiliki cermin reflex.

Jenis kamera berdasarkan ukuran sensor:

1. Kamera dSLR full-frame = Kalau Anda memasang sebuah lensa pada kamera full-frame, lensa itu akan menampilkan sudut pandang yang sesuai dengan angka titik fokal yang tertera pada lensa bersangkutan. Misalnya, lensa 50mm yang dipasang pada kamera full-frame akan menghasilkan foto yang memiliki sudut pandang lensa 50mm.

2. Kamera dSLR crop-factor = Sedangkan kalau Anda memasang sebuah lensa pada kamera crop-factor, foto akan mengalami perbesaran sesuai dengan faktor kali yang dimiliki oleh kamera. Misalnya, lensa 50mm tadi dipasang pada kamera dengan crop-factor 1,6, maka lensa tersebut akan memiliki sudut pandang seperti lensa 80mm (50mm x 1,6).


Foto utuh = sudut pandang kamera full-frame.
Garis merah = sudut pandang kamera crop-factor 1.3x.
Garis hitam= sudut pandang kamera crop-factor 1.5x.
Garis kuning = sudut pandang kamera crop-factor 1.6x.
Garis biru = sudut pandang kamera crop-factor 2.0x.

Mode-Mode Umum pada Kamera DSLR:

1. Mode kotak hijau adalah mode yang sepenuhnya otomatis. Kamera menentukan semua pengaturan dan Anda hanya tinggal memotret.
2. Mode Program (P). Di sini Anda menentukan ISO dan kamera akan memilih sendiri kecepatan rana dan diafragmanya.
3. Mode Aperture Priority (AV untuk Canon, A untuk Nikon). Dengan mode ini, Anda bisa menentukan diafragma. Sisanya ditentukan oleh kamera.

4. Mode Shutter Priority (TV untuk Canon, S untuk Nikon). Di sini Anda menentukan sendiri kecepatan rana yang Anda inginkan. Sisanya ditetapkan oleh kamera.

5. Mode Manual (M). Dengan mode ini Anda memiliki kendali penuh atas semua pengaturan. Dan dengan mode ini, eksposur foto Anda selama pemotretan akan tetap konsisten.

Jenis-Jenis Lensa

1. Lensa normal dengan panjang fokal 50 mili (atau kisaran 45 – 55 mili). Dikatakan “normal” karena jenis lensa ini memiliki sudut pandang yang kurang lebih sama dengan mata normal manusia, yaitu 46°.
2. Lensa-lensa yang angka panjang fokalnya lebih kecil dari itu (di bawah 45mm) termasuk kategori lensa wide (sudut lebar).

3. Lensa-lensa yang angka panjang fokalnya lebih besar dari 55mm dikategorikan sebagai lensa telephoto (tele).

Lensa Berdasarkan Tipe Titik Fokal
Berdasarkan tipe titik fokalnya, lensa dibagi menjadi:

1. Lensa prime atau disebut juga lensa fixed length (lensa fiks), adalah lensa yang hanya memiliki satu panjang fokal.

2. Lensa zoom, yaitu lensa yang memiliki beberapa panjang fokal. Artinya, Anda dapat mengubah field of view lensa dengan mengubah titik fokalnya.

Lensa Berdasarkan Jenisnya
Catatan: Semua penjelasan di bawah ini mengacu pada ukuran lensa yang dipakai pada kamera full-frame. Jadi jika Anda menggunakan kamera dengan crop-factor, Anda HARUS mengonversi lensa yang dipakai dengan faktor kali dari kamera yang Anda gunakan.

1. Lensa telephoto. Lensa ini memiliki rentang panjang fokal di kisaran tele (di atas 55mm). Sudut pandang lensa tele lebih sempit dari sudut pandang mata normal manusia, jadi lensa tele akan membuat objek seolah terlihat jauh lebih dekat dan lebih besar. Lensa tele juga memiliki bokeh (latar belakang tampak buram) yang sangat cantik karena bisa mengisolasi subjek agar tetap fokus, sekaligus membuat latar belakang tampak buram. Lensa ini sangat bagus untuk memotret banyak hal, mulai dari foto potret, foto detail, arsitektur, maupun foto olahraga.

2. Lensa super-telephoto adalah lensa tele yang memiliki panjang fokal di atas 300mm. Ini adalah lensa super panjang yang ideal digunakan untuk memotret pertandingan olahraga dan kehidupan satwa liar.

3. Lensa wide (sudut lebar) adalah lensa dengan titik fokal di bawah 45mm. Lensa ini ideal untuk digunakan memotret lanskap dan scene yang lebar.

4. Lensa ultra-wide (ultra-lebar) adalah lensa dengan titik fokal ultra-lebar dan lebih kecil dari 24mm. Lensa ini ideal untuk digunakan memotret lanskap dan arsitektur.

5. Lensa-lensa khusus:

a. Lensa fisheye. Seperti namanya, lensa ini akan mendistorsi foto dengan parah dan membuat sudut pandang jadi sangat lebar dan nyaris bulat seperti mata ikan.

b. Lensa tilt and shift (Canon) atau perspective correction (Nikon) adalah lensa yang khusus digunakan untuk memotret arsitektur, karena bagian dari lensa ini bisa digeser (shifted) untuk membuat bangunan tidak terdistorsi.

c. Lensa macro yang tentunya digunakan untuk memotret makro. Kelebihan lensa ini adalah jarak minimum dari objek ke lensanya bisa sangat, sangat dekat, dan objek bisa hampir menyentuh lensa. Karena jarak objek yang super dekat ini, maka ruang tajamnya jadi sangat sempit, sekalipun Anda menggunakan bukaan diafragma kecil (angka f-stop besar).

d. Lensa baby adalah jenis lensa kreatif. Lensa ini sebenarnya adalah lensa tilt and shift yang bisa digerakkan ke segala arah. Lensa baby akan memberikan tampilan area kecil yang tajam dan fokus dan area sisanya akan tampak buram.

Anatomi Lensa
Beberapa bagian dan fungsi yang biasanya ada pada sebuah lensa, antara lain:

1. Ring fokus, yaitu cincin untuk mengatur fokus lensa.

2. Auto focus switch, yaitu saklar untuk mengaktifkan/menonaktifkan fungsi fokus. Pada beberapa kamera, auto focus switch justru terdapat pada bodi kamera.

3. Image stabilizer switch, yaitu saklar untuk mengaktifkan fungsi penstabil lensa.

4. Ring diafragma, yaitu cincin untuk mengatur diafragma. Biasanya terdapat pada lensa manual. Untuk lensa-lensa terbaru, umumnya tidak ada ring diafragma karena diafragma telah diatur secara elektronis dari kamera.

5. Ring zoom, yaitu cincin untuk mengatur titik fokal yang akan dipakai. Ring zoom ini hanya terdapat pada lensa zum.

6. Dudukan filter, yaitu ulir yang terdapat di bagian depan lensa untuk memasang filter.

7. Dudukan lensa (mounting), yaitu dudukan di bagian belakang lensa untuk dipasangkan ke bodi kamera.

8. Tudung lensa, yaitu bagian tambahan dari lensa berupa tudung yang dipasang di depan lensa untuk mengurangi flare lensa.

9. Tutup lensa.

Jenis-Jenis Lampu Kilat atau Flash
1. Lampu Kilat Terpasang
Lampu kilat (flash) kecil yang terpasang di bagian atas kamera ini memiliki kualitas cahaya yang buruk dan sangat keras. Jika Anda terpaksa menggunakannya, usahakan Anda melembutkan cahayanya dengan kertas putih, kertas tisu, atau penyebar cahaya. Tempelkan saja pelembut cahaya tersebut menutupi kepala lampu kilat. Dengan begitu, tingkat kekerasan cahayanya akan berkurang.

2. Lampu Kilat Eksternal
Pilihan lampu kilat yang kualitas cahayanya bisa lebih diandalkan adalah lampu kilat eksternal. Karena posisi sumber cahaya pada lampu kilat ini agak jauh dari lensa, jadi kualitas cahayanya lebih baik daripada lampu kilat terpasang. Kepala lampu kilat eksternal juga bisa diputar ke kiri, kanan, maupun ditegakkan ke atas. Dengan kemampuannya ini, Anda bisa menyesuaikan ke arah mana cahayanya menembak.

ISO
ISO adalah ukuran kepekaan sensor. ISO rendah memiliki tingkat kepekaan sensor yang rendah. Begitu pula sebaliknya, ISO tinggi memiliki kepekaan sensor yang lebih tinggi. Dengan kata lain, ISO rendah membutuhkan asupan cahaya yang lebih banyak dibandingkan ISO tinggi.

Namun, terdapat konsekuensi dari makin pekanya sebuah sensor. Semakin tinggi ISO yang kita pakai, semakin banyak pula noisenya (butiran kasar pada foto). Jadi jika memungkinkan, gunakanlah angka ISO yang serendah mungkin. Selalu. ISO yang rendah akan menghasilkan foto yang paling tajam. ISO yang tinggi akan menghasilkan noise yang banyak, mengurangi saturasi warna dan mengurangi detail.

Kecepatan Rana 
Kecepatan rana (shutter speed) adalah durasi sebuah sensor tercahayai. Kecepatan rana berfungsi mengatur berapa lama rana terbuka untuk membiarkan cahaya masuk ke dalam sensor kamera..

Angka yang lebih rendah (1/100) akan membuat rana terbuka lebih lama, sedangkan angka yang lebih tinggi (1/500) akan membuat rana terbuka lebih singkat. Dengan begitu, semakin rendah angka, semakin lama rana kamera terbuka, maka semakin banyak kuantitas cahaya yang masuk ke dalam kamera. Vice versa.

Diafragma

Kiri: 1/4 detik, f/2, ISO 400, diafragma bukaan besar (angka f-stop kecil).
Kanan: 8 detik, f/11, ISO 400, diafragma bukaan kecil (angka f-stop besar).

Diafragma (aperture) adalah ukuran bukaan lensa yang mengatur sebanyak apa cahaya yang masuk ke dalam sensor kamera. Satuan pengukurannya adalah f-stop.

Bukaan diafragma yang besar akan membuat cahaya yang masuk lebih banyak daripada bukaan yang kecil. Bukaan diafragma yang besar ini justru direpresentasikan dengan angka f-stop yang kecil (misalnya f/2.0, f/3.5), dan bukaan diafragma yang kecil direpresentasikan dengan angka f-stop yang besar (misalnya f/20, f/22).

Penggunaan diafragma juga berkaitan dengan kontrol ruang tajam (depth of field), yaitu seberapa besar bagian foto yang ingin terlihat fokus. Semakin besar diafragmanya (ingat: angka f-stop kecil, seperti f/2.0, f/3.5), semakin sempit ruang tajamnya. Sebaliknya, semakin kecil diafragmanya (yaitu angka f-stop besar, seperti f/20, f/22), semakin besar ruang tajamnya.

Ruang Tajam (Depth of Field)
Yang dimaksud dengan ruang tajam (depth of field) adalah porsi foto yang terlihat tajam (tidak buram), mulai dari objek yang terdekat sampai yang terjauh dari kamera. Dengan adanya ruang tajam, Anda bisa menonjolkan bagian tertentu saja dan memburamkan bagian lain yang tidak penting. Anda juga bisa membuat objek sederhana jadi lebih menarik.


Kiri: 1/125 detik, f/2, ISO 100, ruang tajam sempit
Kanan: 1 detik, f/22, ISO 100, ruang tajam besar. 

White Balance (Imbangan Putih)
White balance (WB) merupakan ukuran untuk menghasilkan keseimbangan putih dari warna cahaya tertentu. Kesalahan penggunaan white balance akan menghasilkan efek foto yang kemerahan atau kebiruan pada warna yang seharusnya putih.

Pilihan white balance ada beberapa macam, yaitu:
1. AWB (Auto White Balance) (untuk pengaturan otomatis oleh kamera),
2. Daylight (untuk memotret pada siang hari di bawah terik matahari),
3. Shade (untuk memotret di area teduh),
4. Cloudy (untuk memotret saat hari mendung),
5. Tungsten Light (untuk memotret di bawah cahaya lampu pijar),
6. White Fluorescent Light (untuk memotret di bawah cahaya lampu neon),
7. Flash (untuk memotret saat Anda menggunakan lampu kilat),
8. Custom (kita menentukan sendiri profil white balancenya).


Foto ini seharusnya diambil dengan pengaturan white balance Daylight. Jika pengaturannya benar, Anda akan mendapatkan hasil seperti foto yang di tengah, dengan warna natural tanpa color cast. Jika pengaturan white balancenya salah, maka foto Anda akan berakhir seperti foto kiri atau kanan yang memiliki color cast biru atau kuning.
Setelan white balance foto kiri: Tungsten
Setelan white balance foto kanan: Shade

PERALATAN IDEAL UNTUK SETIAP OBJEK FOTO
LANSKAP
1. Kamera berbodi full-frame untuk memotret lanskap dengan sudut pandang yang lebih lebar.
2. Lensa wide (rentang 24mm sampai 35mm) atau ultra-wide zoom untuk menangkap pemandangan selebar mungkin.
3. Tripod, untuk memotret lanskap terutama saat kondisi di lapangan rendah cahaya.
4. Cable release untuk memotret dengan eskposur panjang.
5. Lensa tele untuk mengambil detail menarik dari pemandangan lanskap, agar Anda tidak melulu menggunakan lensa wide.

PERJALANAN
1. Satu buah kamera. Lepaskan battery gripnya.
2. Bawalah lensa lensa all-range “dari wide sampai medium-tele” atau “dari wide sampai tele” (misalnya lensa zoom 18-200mm)
3. Bawalah baterai dan kartu memori cadangan. Saat berwisata, biasanya orang cenderung memotret dengan kalap.
4. Sudah, itu saja.

ARSITEKTUR
1. Gunakanlah lensa wide atau ultra-wide.
2. Pilihlah lensa tilt and shift (Canon) atau lensa perspective correction (Nikon) untuk mengoreksi perspektif agar bidang menjadi sejajar.
3. Tripod.

DOKUMENTER
Foto dokumentasi acara bisa meliputi acara apa pun, mulai dari konser musik, seminar, peresmian, dan launching. Di sini saya akan memberi contoh dengan acara konser musik.
1. Jika punya, pakailah lensa all-range dari wide sampai medium-tele atau dari wide sampai tele.
2. Karena biasanya lensa all-range memiliki bukaan diafragma yang relatif kecil, jadi jika ingin hasil yang lebih baik untuk menangani kondisi rendah cahaya, pakailah lensa zoom dengan rentang wide hingga medium-tele, dengan bukaan diafragma fiks yang besar.
3. Selain itu, bawalah lensa tele dengan bukaan diafragma besar pula.
4. Karena dokumentasi acara ini berhubungan dengan pengabadian momen, jadi Anda akan berisiko kehilangan momen jika harus menukar-nukar lensa. Karena itu, bawalah dua bodi kamera yang langsung dipasangi kedua lensa di atas (lensa wide hingga medium-tele dan lensa tele)
5. Bawalah selalu tripod. Anda tidak akan pernah tahu kapan Anda membutuhkannya.
6. Lampu kilat eksternal.

PERNIKAHAN
1. Dua bodi kamera.
2. Idealnya, kedua bodi dipasangi dua lensa yang berbeda. Yang pertama dengan lensa zoom-wide sampai medium-tele untuk mengambil dokumentasi umum. Yang kedua dengan lensa zoom-tele untuk mengambil ekspresi dan detail. Usahakan lensa-lensa tersebut memiliki diafragma yang besar (lensa super cepat).
3. Lampu kilat eksternal.
4. Untuk foto pelaminan, Anda akan membutuhkan dua buah strobe lengkap dengan penyebar cahaya (payung atau softbox) dan tiangnya.
5. Kartu memori berkapasitas secukupnya, plus masing-masing satu cadangan untuk setiap kamera.
6. Baterai kamera cadangan.
7. Baterai lampu kilat cadangan.

MAKANAN
1. Lensa makro
2. Tripod
3. Softbox
4. Table top
5. Shutter release.

HUMAN INTEREST
1. Pilihlah kamera yang tidak mencolok. Saya pribadi suka melepaskan battery grip.
2. Gunakanlah lensa all-range.
3. Kartu memori berkapasitas secukupnya, plus masing-masing satu cadangan untuk setiap kamera.
4. Baterai kamera cadangan.
5. Baterai lampu kilat cadangan.

INTERIOR
1. Lensa ultra-wide untuk mengambil ruangan secara keseluruhan.
2. Lensa medium-tele untuk mengambil detail interior dengan diafragma besar.
3. Pakailah tripod, karena kondisi di dalam ruangan biasanya rendah cahaya.
4. Jika ada, gunakanlah shutter release agar tidak goyang saat menjepret tombol rana, meskipun Anda sudah memakai tripod.

MAKRO
1. Lensa makro.
2. Gunakanlah tripod atau monopod. Buatlah kamera sestabil mungkin saat memotret. Jika tidak membawa penyangga, sanggalah sikut tangan yang memegang kamera dengan lutut, atau benda-benda solid lain yang ada di sekitar Anda.
3. Gunakan cable release untuk menghindari kamera bergetar dan foto goyang.

POTRET
1. Gunakanlah lensa telephoto (medium-tele hingga tele). Dengan lensa tele, sudut pandang potret akan berbeda dan tidak biasa dilihat oleh mata normal. Selain itu, kompresi lensa tele juga akan membuat subjek tidak terlalu terdistorsi, menciptakan bokeh yang bagus, dan akan membuat subjek tampak lebih menonjol dari latar belakang.
2. Reflektor.
3. Battery grip untuk memudahkan Anda memotret dalam komposisi vertikal (kecuali kamera-kamera kelas atas yang biasanya sudah memiliki tombol rana vertikal, jadi Anda tidak akan membutuhkan battery grip).

PRODUK
1. Gunakanlah lensa makro.
2. Tripod
3. Latar belakang kertas putih tanpa sambungan atau formika putih.
4. Lampu studio (strobe)
5. Softbox atau payung
6. Reflektor

PANGGUNG
1. Bawalah dua bodi kamera yang dipasangi lensa berbeda, yaitu wide hingga medium-tele dan lensa tele zoom. Jika ada, pakailah lensa yang bukaan diafragmanya besar. Penggunaan dua bodi dan dua lensa ini untuk efektivitas kerja, karena ada sejumlah band yang memberlakukan peraturan memotret hanya pada beberapa lagu awal saja, sekalipun Anda fotografer resmi.
2. Bawalah tripod terutama untuk pertunjukan teater, karena biasanya pertunjukan teater menggunakan cahaya yang redup.
3. Kartu memori berkapasitas secukupnya, plus masing-masing satu cadangan untuk setiap kamera.
4. Baterai kamera cadangan.
5. Baterai lampu kilat cadangan.

***

Saturday, May 4, 2019

Billie Eilish: When the Party's Over - Piano Cover by Qei



When the Party's Over
Billie Eilish
Don't you know I'm no good for you?
I've learned to lose you, can't afford to
Tore my shirt to stop you bleedin'
But nothin' ever stops you leavin'
Quiet when I'm coming home and I'm on my own
I could lie, say I like it like that, like it like that
I could lie, say I like it like that, like it like that
Don't you know too much already?
I'll only hurt you if you let me
Call me friend but keep me closer (call me back)
And I'll call you when the party's over
Quiet when I'm coming home and I'm on my own
And I could lie, say I like it like that, like it like that
Yeah, I…

Monday, March 11, 2019

Noah - Kisah Cintaku - Piano Cover by Qei



Lirik Kisah Cintaku

Noah

Di malam yang sesunyi ini
Aku sendiri tiada yang menemani
Akhirnya kini kusadari
Dia telah pergi
Tinggalkan diriku

Adakah semua 'kan terulang
Kisah cintaku yang seperti dulu
Hanya dirimu yang kucinta dan kukenang
Di dalam hatiku
Takkan pernah hilang
Bayangan dirimu
Untuk selamanya

Mengapa terjadi kepada dirimu
Aku tak percaya kau telah tiada
Haruskah 'ku pergi tinggalkan dunia
Agar aku dapat berjumpa denganmu

Di malam yang sesunyi ini
Aku sendiri tiada yang menemani
Akhirnya kini kusadari
Dia telah pergi
Tinggalkan diriku

Adakah semua 'kan terulang
Kisah cintaku yang seperti dulu
Hanya dirimu yang kucinta dan kukenang
Di dalam hatiku
Tak kan pernah hilang
Bayangan dirimu
Untuk selamanya

Mengapa terjadi kepada dirimu
Aku tak percaya kau telah tiada
Haruskah 'ku pergi tinggalkan dunia
Agar aku dapat berjumpa denganmu

Mengapa terjadi kepada dirimu
Aku tak percaya kau telah tiada

Mengapa terjadi kepada dirimu
Aku tak percaya kau telah tiada
Haruskah 'ku pergi tinggalkan dunia
Agar aku dapat berjumpa denganmu

Wednesday, February 27, 2019

Adele - Rolling in the Deep - Piano Cover by Qei



Adele - Rolling in the Deep Lyric

There's a fire starting in my heart
Reaching a fever pitch and it's bringing me out the dark
Finally I can see you crystal clear
Go 'head and sell me out and I'll lay your ship bare
See how I leave with every piece of you
Don't underestimate the things that I will do
There's a fire starting in my heart
Reaching a fever pitch and its bringing me out the dark
The scars of your love remind me of us
They keep me thinking that we almost had it all
The scars of your love they leave me breathless, I can't help feeling
We could have had it all (you're gonna wish you never had met me)
Rolling in the deep (Tears are gonna fall, rolling in the deep)
You had my heart inside of your hand (you're gonna wish you never had met me)
And you played it to the beat (tears are gonna fall, rolling in the deep)
Baby I have no story to be told
But I've heard one on you and I'm gonna make your head burn
Think of me in the depths of your despair
Making a home down there 'cause mine sure won't be shared
The scars of your love remind me of us (you're gonna wish you never had met me)
They keep me thinking that we almost had it all (tears are gonna fall, rolling in the deep)
The scars of your love they leave me breathless, I can't help feeling
We could have had it all (you're gonna wish you never had met me)
Rolling in the deep (tears are gonna fall, rolling in the deep)
You had my heart inside of your hand (you're gonna wish you never had met me)
And you played it to the beat (tears are gonna fall, rolling in the deep)
We could've had it all
Rolling in the deep
You had my heart inside your hand
But you played it with a beating
Throw your soul through every open door
Count your blessings to find what you look for
Turned my sorrow into treasured gold
You pay me back in kind and reap just what you sow
We could've had it all
We could've had it all (tears are gonna fall, rolling in the deep)
It all, it all, it all, (you're gonna wish you never had met me)
We could have had it all (you're gonna wish you never had met me)
Rolling in the deep (tears are gonna fall, rolling in the deep)
You had my heart inside of your hand (you're gonna wish you never had met me)
And you played it to the beat (tears are gonna fall, rolling in the deep)
We could've had it all (You're gonna wish you never had met me)
Rolling in the deep (Tears are gonna fall, rolling in the deep)
You had my heart inside your hand (You're gonna wish you never had met me)
But you played it, you played it, you played it, you played it
To the beat

Monday, February 11, 2019

Noah: Sajadah Panjang - Piano Cover by Qei



Lirik Sajadah Panjang 
Noah

Ada sajadah panjang terbentang
Dari kaki buaian
Sampai ke tepi kuburan hamba
Kuburan hamba bila mati
Ada sajadah panjang terbentang
Hamba tunduk dan sujud
Di atas sajadah yang panjang ini
Diselingi sekedar interupsi
Mencari rezeki mencari ilmu
Mengukur jalanan seharian
Begitu terdengar suara adzan
Kembali tersungkur hamba
Ada sajadah panjang terbentang
Hamba tunduk dan rukuk
Hamba sujud tak lepas kening hamba
Mengingat Dikau sepenuhnya
Mencari rezeki mencari ilmu
Mengukur jalanan seharian
Begitu terdengar suara adzan
Kembali tersungkur hamba
Ada sajadah panjang terbentang
Hamba tunduk dan rukuk
Hamba sujud tak lepas kening hamba
Mengingat Dikau sepenuhnya
Mengingat Dikau sepenuhnya

Thursday, February 7, 2019

Kuliah Jumat Kontenesia: Kalimat Perintah & Kata Perintah



Kalimat perintah adalah kalimat yang mengandung makna meminta/memerintah seseorang untuk melakukan sesuatu. (https://id.wikibooks.org/wiki/Bahasa_Indonesia/Kalimat_Perintah)

Yang termasuk kalimat perintah:


1. Kalimat perintah biasa
Contoh: “Beri aku makan!”

2. Kalimat perintah ajakan
Contoh: “Ayo makan!”

3. Kalimat perintah larangan
Contoh: “Jangan makan melulu!”

4. Kalimat perintah permintaan
Contoh: “Tolong jangan makan melulu!”

5. Kalimat perintah saran
Contoh: “Sebaiknya Mba enggak makan melulu!”

6. Kalimat perintah sopan
Contoh: “Mohon jangan terlalu sering makan!”

7. Kalimat perintah sindiran
Contoh: “Makan melulu!”

8. Kalimat perintah prosedur
Contoh: “Berikut adalah cara makan yang benar!”

9. Kalimat perintah mempersilakan
Contoh: “Kalian boleh makan sekarang!”

10. Kalimat perintah bersyarat
Contoh: “Kalian boleh makan kalau artikelnya sudah selesai dikerjakan!”

11. Kalimat perintah informasi
Contoh: “Mba Ade melarang kalian makan!”

Ciri-ciri kalimat perintah dalam bahasa tulis antara lain:


1. Berpola kalimat inversi (predikat diletakkan sebelum subjek).
Contoh: Biarkan mantanmu pergi!

2. Kadang menggunakan kata perintah seperti “jangan, tolong, harap, dilarang,” dll.
Contoh: “Jangan buang mantan sembarangan!”

3. Menggunakan partikel “-lah” atau “-kan”.
Contoh dari kata dasar “buang”: Buanglah mantan pada tempatnya!

4. Diakhiri tanda seru (!)
Contoh: Jangan balik lagi ke mantanmu!

Nah, berdasarkan poin nomor 2 di atas, ada rumus turunannya. 


1. Gunakan akhiran “-lah” dan “-kan” pada kata perintah yang bentuk kata dasarnya adalah kata benda!

Kenapa? Karena kalau tidak menggunakan akhiran, kalimatnya akan jadi ambigu atau secara semantik maknanya tidak bisa berterima.
Contoh:
- Kata benda “cerita”: Ceritakan pengalaman kalian saat putus cinta!
- Kata benda “gambar”: Gambarkan bagaimana perasaan kalian saat itu!
- Kata benda “isi”: Isilah kehampaan hati kalian dengan memakan makanan enak!
Bayangkan jika kata-kata perintahnya tidak menggunakan akhiran "-lah"!

2. Kata perintah yang dibentuk dari kata dasar berupa kata kerja tidak selalu diwajibkan menggunakan akhiran “-lah” dan “-kan”.
Contoh:
- Kata kerja “tulis”: Tulis artikel dengan benar!
- Kata kerja “kirim”: Kirim artikel sebelum tenggat!

3. Kalau sudah ada akhirlan “-lah”, tidak perlu lagi ditambahi akhiran “-kan”.
Contoh:
- Kata “terangkan”: Terangkan kepadaku!”
Tidak perlu: Terangkanlah kepadaku!

- Kata “pertimbangkan”: Pertimbangkan keputusanmu!
Tidak perlu: Pertimbangkanlah keputusanmu!

4. Selain akhiran “-lah” dan “-kan”, ada satu lagi akhiran yang biasa dipakai sebagai kata perintah, yaitu akhiran “-i”.Contoh:
- Pupuki hati dengan cinta! (mual ga, sih, bacanya? Hahaha…)
- Perbaiki artikelnya segera!

***

Tuesday, February 5, 2019

Kuliah Jumat Kontenesia: Kalimat Efektif

Kuliah Jumat Kontenesia: Kalimat Efektif 
Pemateri: Sri Noor Verawaty

Syarat kalimat efektif adalah:


1. Strukturnya sistematis
2. Tidak ada pemborosan kata
3. Tidak ambigu
4. Menggunakan tanda baca yang benar

Kalimat dikatakan efektif jika ada:


1. Kesepadanan struktur
2. Keparalelan dan konsistensi
3. Ketegasan makna
4. Kehematan kata
5. Kecermatan dan variasi pemilihan kata
6. Kelogisan kalimat

1. Kesepadanan


Kesepadanan = kemaksimalan struktur bahasa untuk mendukung ide yang dikandung.
Jadi:
- Setiap kalimat mayor harus mengandung subjek & predikat (kata kerja).
- Tidak mengandung subjek ganda.
- Ide pokok harus ada dalam induk kalimat.
- Tidak meletakkan kata depan (preposisi) sebelum subjek.

2. Keparalelan


Keparalelan = penggunaan bentuk kata yang sama dalam bentuk susunan yang paralel dan konsisten.
Contoh: Mba Ade MENANAM bunga, kemudian MENCABUTI rumput.
Bukan: Mba Ade MENANAM bunga, kemudian rumputnya dia CABUTI.

3. Ketegasan


- Letakkan bagian terpenting di tempat utama.
- Gunakan pengulangan untuk menegaskan bagian penting tersebut.
- Gunakan pengulangan kata kunci.

4. Kehematan


Kalimat yang efektif itu harus hemat kata/frasa, baik secara gramatik maupun makna. Jangan ada redundansi (kelebihan makna: bila sebuah kata dihilangkan, makna kalimatnya ga akan berubah).
Caranya:

- Tidak boleh ada kata yang sama di dalam sebuah kalimat. Contoh: Penulis sedang menulis artikel.
Efektifkan menjadi: Penulis sedang membuat artikel.

- Jangan mengulangi subjek kalimat. Contoh kalimat yang ga efektif: "KAMU boleh memakan mangganya kalau KAMU mau."
Hilangkan satu subjek, jadi: “Kamu boleh memakan mangganya kalau mau.”

- Jangan menggunakan kata penunjuk jamak “para, beberapa, sejumlah, banyak, dll.” pada kata yang sudah jelas-jelas jamak. Contoh: “BANYAK PENULIS-PENULIS yang akan ikut gathering Kontenesia.”
Efektifkan menjadi: “Banyak penulis yang akan ikut gathering Kontenesia.”

- Buang kata-kata seperti "hari, tanggal, bulan, tahun, negara, kota, dll." Contoh yang ga efektif: Kontenesia didirikan pada TANGGAL 20, BULAN Mei, TAHUN 2016 di KOTA Bandung."
Ini namanya redundansi. Buang aja, karena sudah jelas: Kontenesia didirikan pada 20 Mei 2016 di Bandung."

- Buang superordinat Contoh yang ga efektif: Matanya BERWARNA biru bening.
Efektifkan menjadi: Matanya biru bening.

- Buang kata hubung yang berlebihan Contoh yang ga efektif: MESKIPUN Kristal cantik, TETAPI dia tetap rendah hati.
Efektifkan menjadi: Meskipun Kristal cantik, dia tetap rendah hati.

- Buang kata-kata yang memiliki makna sama (sangat – sekali; hanya – cuma – saja) Contoh ga efektif: Kristal SANGAT cantik SEKALI.
Efektifkan menjadi: Kristal cantik sekali.


5. Kecermatan


- Perhatikan pemilihan kata. Gunakan kata-kata yang memiliki nilai rasa yang tepat. Contoh:
a. Dia menatapku.
b. Dia mengerling kepadaku.
c. Dia memelototiku.
d. Dia mendelik ke arahku.
e. Dia memandangku.

- Variasikan kata-kata dengan sinonimnya Contoh: "Hotel XYZ terletak tepat di depan pantai. Hotel XYZ ini memiliki fasilitas yang lengkap.”
Efektifkan menjadi: "HOTEL XYZ terletak tepat di depan pantai. PENGINAPAN YANG SATU INI memiliki fasilitas yang lengkap.”

- Variasikan kalimat pembuka Contoh: “Bercak hitam adalah penyakit jamur yang ditandai dengan munculnya bintik-bintik hitam pada sisi atas daun. Bercak hitam cenderung muncul saat suhu sedang hangat dan lembap.
Efektifkan menjadi: :Bercak hitam adalah penyakit jamur yang ditandai dengan munculnya bintik-bintik hitam pada sisi atas daun. Penyakit ini cenderung muncul saat suhu sedang hangat dan lembap.”

- Jangan ada makna yang ambigu (makna ganda). Contoh: Anak Mba Ade yang cantik itu sudah berusia 7 tahun.
Yang cantik itu Mba Ade atau anaknya?

6. Kelogisan


Kelogisan: makna yang terkandung harus logis dan tidak ambigu.
Cek pembahasan tentang Koherensi pada tautan ini: https://sundaymorningstory.blogspot.com/2019/01/kohesi-dankoherensi-dalam-bahasa-tulis.html

Ciri-Ciri Kalimat Tidak Efektif


1. Struktur kalimat tidak jelas. Kalimat tidak mengandung subjek dan predikat yang benar.
2. Bertele-tele dan boros kata
3. Kalimat tidak berhasil menyampaikan informasi
4. Kalimat tidak logis
5. Tanda baca tidak jelas.

***

Monday, February 4, 2019

Kuliah Jumat Kontenesia: Belajar Menerjemahkan



Menurut Newmark ada beberapa jenis penerjemahan, yaitu:

1. Penerjemahan kata demi kata. Jadi setiap kata diterjemahkan secara berurutan tanpa memperhatikan konteks maupun gramatika bahasa tujuan.

2. Penerjemahan harfiah. Ini juga sama seperti yang pertama, yaitu terjemahan kata per kata yang tidak mempertimbangkan konteks, tetapi sudah menyesuaikan gramatika bahasa tujuannya.

3. Penerjemahan setia. Ini adalah terjemahan yang struktur kalimatnya masih mengikuti struktur gramatika bahasa sumber (Bsu).

4. Penerjemahan semantik. Ini adalah penerjemahan yang berusaha lebih menyesuaikan makna dari bahasa sumber (Bsu) ke bahasa sasaran (Bsa).

5. Penerjemahan adaptasi. Ini adalah bentuk penerjemahan bebas. Jadi unsur-unsur budaya dalam BSu sudah dilokalkan ke dalam budaya dalam BSa.

6. Penerjemahan bebas. Ini adalah penerjemahan yang lebih mengutamakan isi kontennya.

7. Penerjemahan idiomatik. Ini terjadi kalau ungkapan idiomatik dari BSu diterjemahkan menjadi ungkapan biasa karena tidak ada padanannya.

8. Penerjemahan komunikatif. Ini adalah penerjemahan yang mengutamakan makna kontekstualnya.

Sebelum mengambil pekerjaannya, ada beberapa hal yang harus kalian lakukan, yaitu:

Baca sekilas untuk menentukan apakah kalian mampu menerjemahkan bahan tersebut.
Hal-hal yang harus diperhatikan saat membaca sekilas:


1. Tema besarnya 
Misalnya “Fotografi”. Apakah kalian familiar dengan tema ini?
o Kalau jawabannya “sangat familiar”: ambil, tapi tetap cek bahannya.

o Kalau jawabannya “agak familiar”: periksa apakah bahannya sangat teknis dan spesifik? Kalau ya dan kalian ga yakin, lebih baik jangan diambil. Kalau tidak dan bahasannya masih sangat umum, ambil.
o Kalau jawabannya “sama sekali tidak familiar”: lebih baik jangan ambil pekerjaannya daripada hasilnya “buzuk” dan bikin nama kamu rusak.


2. Tingkat kesulitan bahasa
Apakah bahasanya berbelit-belit, strukturnya bertingkat-tingkat, kosakatanya terlalu teknis atau asing?
o Kalau jawabannya ya: ukur kemampuan kalian. Mampukah kalian mengolahnya?
o Kalau jawabannya tidak: lanjut!

Kalau sudah siap, hal berikutnya adalah menyiapkan alat perang:


Siapkan alat perang:
- Internet untuk online
- Kamus Inggris > Indonesia, misalnya. Kamus padanan bahasa ini wajib dibuka saat menerjemahkan. Penerjemah yang jago ga berarti “penerjemah yang sudah bisa menerjemahkan tanpa kamus”, lo.
Minimal buka https://translate.google.com atau http://www.kateglo.com/.
- Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) untuk mencari tahu penulisan yang benarnya dalam bahasa Indonesia. https://kbbi.kemdikbud.go.id/
- Kamus Inggris – Inggris untuk mencari tahu penjelasan kata atau arti idiom, dll. http://www.thefreedictionary.com/
- Kamus sinonim kata untuk mencari tahu persamaan kata agar terjemahan kita tidak terasa monoton. http://www.sinonimkata.com/
- Kamus istilah tertentu sesuai tema yang akan diterjemahkan.
- Mesin pencari Google untuk mencari segala hal yang kalian butuhkan.


Sekarang kita bahas dulu teknik penerjemahannya, ya:


Ada banyak cara teknik yang bisa kita pakai buat menerjemahkan. Kita bahas satu per satu.

A. Teknik Penerjemahan Langsung

Teknik ini digunakan jika elemen struktural dan konseptual bahasa sumber (BSu) bisa ditransposisikan ke dalam bahasa sasaran (BSa). Teknik ini terdiri dari:

1. Peminjaman 
Yaitu peminjaman kata dari BSu yang dilokalkan langsung ke dalam BSa.
Contoh:
- Budget > bujet
- Furniture > furnitur
- Extreme > ekstrem
- Cyan > sian

2. Kalke 
Yaitu penerjemahan literal, apa adanya, kata per kata.
Contoh:
- Googling > googling
- Blogger > blogger
- Assistant manager > asisten manajer
- Internet > internet

3. Penerjemahan harfiah 
Yaitu menerjemahkan kata per kata tanpa mempertimbangkan konteks.
Contoh:
- A good beginning makes a good ending > Awal yang baik akan berakhir baik.
- A journey of a thousand miles begins with a single step > Perjalanan seribu mil dimulai dengan satu langkah.

B. Teknik Penerjemahan “Oblique”


Teknik terjemahan “oblique” ini digunakan ketika elemen struktural dan konseptual bahasa sumber tidak bisa diterjemahkan langsung ke dalam tanpa mengubah makna atau elemen gramatika dan gaya bahasa bahasa sasaran.
Teknik ini antara lain:

1. Transposisi 
Yaitu mengubah kategori gramatikal, seperti mengubah kata menjadi frasa atau bisa juga mengubah kelas kata.
Contoh:
- Brainstorming (kata benda – kata kerja) > curah pendapat (kata kerja – kata benda)
- Nursery (kata) > kebun pembibitan (frasa)
- young plant (frasa) > anakan (kata)
- Maintenance (kata benda) of the resistant varieties is easier > Memelihara (kata kerja) varietas yang resistan akan lebih mudah.

2. Modulasi 
Yaitu mengubah sudut pandang frasa secara leksikal maupun struktural untuk menyampaikan ide yang sama.
Contoh:
- She’s not only smart, but also beautiful (bentuk negatif) > Dia pintar juga cantik (bentuk positif)
- I couldn’t agree more (bentuk negatif) > Saya setuju (bentuk positif).

3. Reformulasi atau ekuivalen 
Yaitu penerjemahan yang mengubah bentuk menjadi sesuatu yang sangat berbeda, tetapi tetap mengandung makna yang sama. Misalnya saat menerjemahkan idiom atau slogan.
Contoh:
- Don’t get left in the dark! > Jangan sampai ketinggalan! (slogan)
- A barking dog never bites > Air beriak tanda tak dalam (idiom)

4. Teknik adaptasi budaya 
Karena menerjemahkan itu bukan hanya mengalihbahasakan, tetapi juga mentransfer makna dan budaya, jadi harus ada adaptasi dari budaya sumber ke budaya sasaran. Teknik adaptasi ini digunakan jika sesuatu di dalam bahasa sumber diekspresikan dalam cara yang sama sekali berbeda yang sudah lazim digunakan dalam budaya bahasa sasaran.
Contoh:
- from top to toe > dari kepala sampai kaki
- when in rome do as the romans do > lain ladang lain belalang
- over the counter drugs > obat bebas
- life threatening danger > bahaya yang mengancam jiwa

5. Kompensasi 
Yaitu mengganti sebuah istilah dari bahasa sumber ke dalam istilah yang lebih lazim digunakan di dalam konteks bahasa sasaran.
Contoh:
- A PINCH of salt > sejumput garam (bukan “secubit garam”)
- She buys DOZENS of flowers. > Dia membeli puluhan kuntum bunga. (bukan “lusinan bunga”)
- They’ve been living here over A DECADE. > Mereka sudah tinggal di sini lebih dari sepuluh tahun. (bukan “satu dekade” walaupun ini masih berterima).

C. Teknik Penerjemahan Lainnya


1. Amplifikasi (penambahan) 
Yaitu memparafrasakan informasi menjadi lebih eksplisit di dalam bahasa sasaran untuk lebih memperjelas artinya.
Contoh:
- succulent > sukulen, yaitu tumbuhan berdaging tebal
- a perennial plant > tumbuhan parenial, yaitu tumbuhan yang menghijau sepanjang tahun

2. Amplifikasi linguistik 
Yaitu menambahkan unsur-unsur linguistik ke dalam BSa.
Contoh:
- No! > Tidak bisa begitu!
- Go away! > Enyah kau sekarang juga!

3. Kompresi linguistik 
Yaitu mengurangi (mempersingkat) unsur-unsur linguistik dalam bahasa sasaran.
Contoh:
- Watch out! > Awas!
- Are you sure about that? > Beneran?/Ciyus? (versi alay)
Kalau dalam bahasa Jerman itu seperti:
- Escuse me? > Bitte?
- You are welcome! > Bitte!”

4. Reduksi 
Yaitu penghilangan secara parsial.
Contoh:
- Holy month in Islam > Ramadan
- Horseback riding > berkuda
-  Prayer mat > sajadah
- Rice field > sawah
Atau sebaliknya, dari Indonesia ke Inggris:
- Musim dingin > winter
- Musim panas > summer

5. Deskripsi 
Digunakan untuk menggantikan “istilah yang asing” dengan “deskripsinya”.
Contoh:
- alizarin crimson > warna merah yang bias sedikit ke arah ungu
- rose madder genuine > pigmen warna merah yang lembut dan pekat
- humidifier > mesin pelembap udara

6. Kreasi diskursif 
Yaitu penggunaan padanan yang jauh dari konteks aslinya, biasanya digunakan dalam penerjemahan karya sastra.
Contoh:
- He’s a kungfu master > Dia adalah dewa kungfu.

7. Padanan lazim 
Yaitu penggunaan istilah yang sudah lazim dalam bahasa sasaran.
Contoh:
- Dear Mrs. XYZ > Yang terhormat Ibu XYZ
- Best regards > salam

8. Generalisasi 
Yaitu penggunaan istilah yang lebih umum pada bahasa sasaran karena tidak ada padanannya.
Contoh:
- Mansion > rumah besar
- Quilt > selimut

9. Partikularisasi 
Yaitu penggunaan istilah yang lebih konkret atau spesifik.
Contoh:
- Vehicle > mobil

10. Subsitusi 
Yaitu mengubah unsur linguistik seperti dari bahasa lisan menjadi bahasa isyarat.
Contoh:
- Gelengan kepala = “tidak/bukan”


Nah, setelah mengetahui teknik-tekniknya, yuk kita mulai bekerja:


Terjemahkan! 
- Baca kalimat dalam bahasa asli dengan hati-hati sebelum menerjemahkan. Jangan sampai salah membaca sebuah kata karena artinya bisa berbeda. Misalnya: ternyata kata yang benar adalah “stimulate” dan bukan “simulate”.

- Perhatikan konteks. Misalnya "mask”, apakah konteksnya cocok dengan terjemahan “masker” atau justru “topeng”?


- Untuk mengetahui konteks, baca kembali kalimat sebelumnya atau kalimat sesudahnya.

- Lokalkan istilah-istilah yang bisa dilokalkan. Misalnya: gadjet > gawai; browser > peramban.

- Kalau kalian kesulitan mengartikan sebuah kalimat yang panjang dan kompleks, sederhanakan dahulu kalimat tersebut konstruksi dasarnya: subjek, verba, objek, keterangan.

- Variasikan kata-kata dengan sinonimnya agar tidak terasa monoton. Misalnya: “menatap, memandang, melihat”.

- Googling istilah-istilah yang asing dan cari tahu maknanya. Wikipedia adalah salah satu sumber yang bisa diandalkan.

- Berkonsultasilah dengan pakar di bidangnya untuk istilah-istilah tertentu.

- Cari arti idiom dan temukan padanan yang tepat dalam bahasa tujuannya. Jangan menerjemahkan idiom secara harfiah.

- Tandai bagian yang masih kalian ragukan atau belum kalian temukan padanannya untuk dicek lagi nanti.

- Konversilah ukuran panjang, massa, volume, temperatur, luas, & mata uang dari bahasa sumber ke ukuran yang lazim digunakan di bahasa sasaran. Misalnya: “10 miles” > “16 meter”.

- Cek tautan ini: http://sundaymorningstory.blogspot.com/2014/01/jangan-menerjemahkan-secara-harfiah.html


Kalian belum selesai. Ada satu langkah terakhir sebelum menyerahkan hasil terjemahan:


Editlah untuk memeriksa tingkat keterbacaan!- Periksa dan bandingkan teks terjemahan dengan teks asli. Apakah ada bagian yang terlewat?
- Ubah kalimat-kalimat yang masih terasa janggal. Lokalkan!
- Berikan nilai rasa yang lebih tepat pada terjemahan kalian.
  Contoh: "kecil" > "mungil".
- Potong kalimat yang terlalu panjang.
- Buang kata-kata redundan. Hindari pemborosan.
- Periksa ejaan bahasa Indonesia yang benar di KBBI.
- Bersihkan saltik (salah ketik/typo).
- Betulkan tanda baca, huruf kapital, cetak miring, dan cetak tebal.
- Rapikan format pengetikan.

***


Praktik Nerjemahin, yuk!


Kita mulai praktik, ya. Aku mengambil sebuah artikel dari wikiHow: "How to Control Black Spot on Roses".
Kita akan ambil contoh kalimat dari sana & mencoba menerjemahkannya berdasarkan teori yang udah kita bahas sebelumnya.

Yuk, kita mulai dengan kalimat pertama:

Controlling black spot on roses is crucial to any rose grower.
Baca kalimat pertama. Ada istilah apa sih yang penting di situ?
> “black spot”.
Cari tahu apa padanan terjemahan yang udah biasa dipakai buat frasa ini. Nama-nama penyakit biasanya udah ada & kita ga boleh nentuin sendiri.

Kalau temen-temen googling, atau minimal membuka Kateglo, ternyata “black spot” ini terjemahannya adalah “bercak hitam”, bukan “titik hitam” atau “bintik hitam” atau noda hitam. Jadi, kita pakai istilah yang sudah lazim digunakan dalam dunia pertaniannya, ya.
http://www.kateglo.com/?mod=glossary&op=1&phrase=black+spot&dc=&lang=&src=&srch=Cari
**
Kalimat pertama ini meletakkan keterangan di depan (mengontrol bercak hitam pada bunga mawar) di awal & subjeknya jauh di belakang (rose grower).
Boleh saja terjemahannya disesuaikan sama struktur kalimat asal:

“Mengontrol bercak hitam pada mawar adalah penting bagi semua penanam mawar.”
Tapi berasa kaku ga sih?
Coba dilokalkan. Boleh mengubah urutan struktur, boleh menambahkan kata-kata buat melengkapinya.
>> Contoh: 
- Mengontrol bercak hitam adalah langkah yang penting diketahui oleh semua penanam mawar.
- Sebagai pemilik bunga mawar, Anda harus mengetahui cara mengendalikan penyakit bercak hitam.
**

Lanjut...

Black spot is a fungal disease characterized by black spots on the upper side of leaves.
Di sini frasa “black spot” disebut dua kali. Bisa saja terjemahannya jadi: “Bercak hitam adalah penyakit jamur yang ditandai dengan munculnya bercak-bercak hitam pada sisi atas daun.”
Tapi kita sudah belajar soal “kalimat efektif” http://sundaymorningstory.blogspot.com/2019/02/kalimat-efektif.html
Poin: Kalimat yang efektif itu harus hemat kata/frasa. Jangan ada redundansi. > Caranya: Tidak boleh ada kata yang sama di dalam sebuah kalimat.

Jadi, kita bisa ganti frasa “black spot” yang kedua dengan kata-kata lain, karena frasa kedua ini ga menunjukkan nama penyakit, tetapi deskripsinya. Jadi, boleh diganti. Kalau nama penyakitnya sih ga boleh diganti-ganti, ya. Harus pake terjemahan yang sama dari awal sampai akhir.

Nah, ada ide diganti dengan kata apa terjemahannya?

>> Contoh:
- Bercak hitam adalah penyakit jamur yang ditandai dengan munculnya bintik-bintik hitam pada sisi atas daun.- Bisa juga menggunakan kata "titik-titik hitam".

**

Sekarang kita cari contoh yang mengharuskan terjemahannya buat memenggal kalimat. Boleh enggak sih 1 kalimat asli dijadiin 2 kalimat terjemahan? Boleh, kalau memang kalimatnya kepanjangan, misalnya. Demi membuat hasil terjemahan lebih mudah dibaca dan dipahami.

Tending to occur in warm, wet weather, usually during wet summers, the leaves of infected roses turn yellow and fall off.
Kalau kita patuh pada struktur aslinya, terjemahannya akan jadi seperti ini: 

“Cenderung terjadi saat suhu sedang hangat dan lembap, biasanya pada musim panas yang basah, daun mawar yang terinfeksi akan berubah kekuningan dan jatuh."

Kalimatnya bertingkat-tingkat, ya. Nah, kita punya pilihan lain untuk supaya kalimat ini lebih mudah dipahami:

Penyakit ini cenderung muncul saat suhu sedang hangat dan lembap, biasanya pada musim panas yang basah. Daun mawar yang terinfeksi akan berubah kekuningan dan jatuh.
**

Kita lihat sebentar frasa “fall off”. Di atas aku menggunakan kata “jatuh”. Tapi sebenarnya kita punya pilihan yang lebih cantik dalam bahasa Indonesia buat frasa “daun jatuh” ini. Ini termasuk teori: nomor 5 di atas, yaitu “Kompensasi” > mengganti sebuah istilah dari bahasa sumber ke dalam istilah yang lebih lazim digunakan di dalam konteks bahasa sasaran.
Ada yang tahu?

>> Contoh:
Daun gugur, rontok.
Lebih elok, kan terjemahannya?

**

Nah, kita sampai ke pola kalimat yang sering banget muncul dalam bahasa Inggris & banyak yang terjemahannya jadi terasa aneh:

This weakens the plant by making it more susceptible to other diseases or opening it up to injury for the next winter.
Temen-temen tahu apa yang aku maksud? Kata “This”. Kata ganti “this” ini sering muncul dalam kalimat baru dan kita harus melihat ke kalimat sebelumnya untuk mengetahui, mengacu ke apa sih kata ini? 

Iya, mengacu ke frasa “bercak hitam”. Jadi kita pakai frasa tersebut buat terjemahannya. 
Jangan menerjemahkan “This weakens the plant” menjadi “Ini akan memperlemah tanaman”. 
Tapi, terjemahin jadi: 

“Bercak hitam akan memperlemah tanaman dengan membuatnya semakin rentan terjangkit penyakit lain.”
**

Lanjut ke anak kalimatnya:

“… or opening it up to injury for the next winter.”
Ini kalimat yang kalau diterjemahin secara harfiah, hasilnya akan jadi: “atau membukanya terhadap luka pada musim dingin.”

Tapi, masuk akal enggak sih? Kalau enggak, cari arti lain dari frasa “open up” yang maknanya sesuai untuk kalimat ini.
Ada ide?
Coba cek di https://www.thefreedictionary.com/open+up
>> Contoh:
Kita bisa pakai kata "terekspos", misalnya.

**

Lanjut ke kalimat berikutnya.

The organism responsible for black spot spreads quickly and can move from plant to plant if proper care is not taken.
Ada yang mau mencoba menerjemahkannya? Silakan langsung dicoba, ya. Perhalus dan lokalkan istilah-istilahnya, cari kata pengganti yang lebih tepat dan masuk logika di dalam bahasa Indonesia, tanpa mengubah makna yang ingin disampaikan dalam bahasa asalnya.

>> Contoh:
“Organisme penyebab bercak hitam bisa menyebar dengan cepat dan berpindah dari satu tanaman ke tanaman lain jika tidak segera dibasmi.”
**

Selanjutnya:

Specific lists of disease-resistant roses are online, and nurseries likely have their own list. All roses vary by region, so do a local check for varieties that grow best in your area.
Ayo cobain, ya.

>> Contoh: 
Anda bisa mencari tahu daftar khusus mawar yang resistan terhadap penyakit di internet, dan kebun pembibitan juga biasanya memiliki daftar sendiri. Jenis bunga mawar bervariasi tergantung daerah, jadi cari tahulah varietas lokal yang paling cocok ditanam di tempat Anda.
**

Ini ada contoh kalimat yang bagus buat diterjemahin:
Decreasing the Opportunities for Black Spot
>> Contoh terjemahannya jadi:
- Mengurangi Risiko Bercak Hitam
- Mengurangi Peluang Munculnya Bercak Hitam

***

Kalau mau latihan yang lebih lengkap, ini tautan artikel yang kita bahas di atas: https://www.wikihow.com/Control-Black-Spot-on-Roses dan ini hasil terjemahanku dalam bahasa Indonesia untuk bahan perbandingan: https://id.wikihow.com/Mengendalikan-Penyakit-Bercak-Hitam-pada-Bunga-Mawar.

Semoga bermanfaat.


Thursday, January 31, 2019

Enya: Only Time - Piano Cover by Qei

Only Time Lyric
Enya

Who can say where the road goes
Where the day flows, only time
And who can say if your love grows
As your heart chose, only time

Who can say why your heart sighs
As your love flies, only time
And who can say why your heart cries
When your love lies, only time

Who can say when the roads meet
That love might be in your heart
And who can say when the day sleeps
If the night keeps all your heart
Night keeps all your heart

Who can say if your love grows
As your heart chose
Only time
And who can say where the road goes
Where the day flows, only time

Who knows? Only time

Thursday, January 24, 2019

Toto: Africa - Piano Cover by Qei


Toto: Africa Lyric

I hear the drums echoing tonight
But she hears only whispers of some quiet conversation
She's coming in, 12:30 flight
The moonlit wings reflect the stars that guide me towards salvation
I stopped an old man along the way
Hoping to find some long forgotten words or ancient melodies
He turned to me as if to say, "Hurry boy, it's waiting there for you"

It's gonna take a lot to take me away from you
There's nothing that a hundred men or more could ever do
I bless the rains down in Africa
Gonna take some time to do the things we never had

The wild dogs cry out in the night
As they grow restless, longing for some solitary company
I know that I must do what's right
As sure as Kilimanjaro rises like Olympus above the Serengeti
I seek to cure what's deep inside, frightened of this thing that I've become

It's gonna take a lot to drag me away from you
There's nothing that a hundred men or more could ever do
I bless the rains down in Africa
Gonna take some time to do the things we never had

Hurry boy, she's waiting there for you

It's gonna take a lot to drag me away from you
There's nothing that a hundred men or more could ever do
I bless the rains down in Africa
I bless the rains down in Africa
(I bless the rain)
I bless the rains down in Africa
(I bless the rain)
I bless the rains down in Africa
I bless the rains down in Africa
(Ah, gonna take the time)
Gonna take some time to do the things we never had