Tuesday, October 13, 2015

KUMPULAN TIPS BAHASA INDONESIA

POLA DM DAN MD
============
Pola DM & MD
DM = (kata yang) Menerangkan - (kata yang) Diterangkan
MD = (kata yang) Diterangkan - (kata yang) Menerangkan

Pola MD dipakai oleh bahasa-bahasa seperti bahasa Inggris
Contoh: social media
Pada frasa di atas, "media" merupakan kata yg Diterangkan oleh "sosial."
(sosial = kata yg Menerangkan.)
- Media" yg seperti apakah?
- Media yg bersifat sosial
Peletakkannya: kata yg Menerangkan ditaruh di depan kata yang Diterangkan: social media.

SEBALIKNYA, pola DM digunakan dalam bahasa Indonesia.
Contoh: media sosial
Peletakkannya: kata yg Menerangkan ditaruh di belakang kata yang Diterangkan: media sosial

TRIK mengetahui yg mana kata yg Menerangkan & yg mana yg Diterangkan: Kata yg Diterangkan umumnya adalah KATA BENDA.
Sedangkan kata yg Menerangkan umumnya adalah KATA SIFAT.
Media = kata benda
Sosial = kata sifat.

Jadi penulisan yang benar dalam bahasa Indonesia adalah "MEDIA SOSIAL" bukan "sosial media."


PENULISAN KATA ULANG PADA JUDUL
==========================
Kata ulang utuh seperti "kupu-kupu, kura-kura, undang-undang," --> ditulis dengan huruf besar kedua-duanya.
Jadi: Kupu-Kupu, Kura-Kura, Undang-Undang
Sementara pada kata ulang yang tidak utuh, penulisan huruf besarnya hanya pada kata awalnya aja. Contoh: Terus-menerus


PERUBAHAN "F" MENJADI "V"
==================
  • produktif --> produktivitas
  • aktif --> aktivitas
  • kreatif --> kreativitas
  • sensitif --> sensitivitas
  • efektif --> efektivitas
  • relatif --> relativitas

PENGGUNAAN IMBUHAN
================
"me + kan" dan "me + i"
me + kan ---> + objek
me + i ---> + subjek
Contoh: mengirimkan & mengirimi.
- Saya sudah mengirimkan email kepada Anda.
- Saya sudah mengirimi Anda email.


2 CARA MUDAH MEMBEDAKAN "DI-" YANG DISATUKAN DAN "DI" YG DIPISAHKAN:
=======
1. "di" sebagai kata sambung (penulisan dipisahkan): - di muka, di depan, di atas, di rumah, di kota, di mana, di sana, di sini, di antara, di saat, di waktu, di sela, di siang, di malam, di dalam, di sekitar
---> "di" di sini menunjukkan "tempat" atau "waktu."
Contoh "di-" sebagai awalan (penulisan disatukan): - disatukan, dipisahkan, dibawa, dipukul, diinjak, dilampirkan, disampaikan, dibuat.

2. Cara lain untuk membedakannya:
di + kata benda --> penulisan dipisahkan.
Sedangkan: di + kata kerja --> penulisan disatukan.

3. Uji coba pakai awalan "me-" Kalau bisa pakai awalan "me-" berarti "di-"nya disatukan, bukan dipisahkan
PENYERAPAN KATA ASING KE DALAM BAHASA INDONESIA
======================================
Berbeda dengan Malaysia yg menyerap bahasa asing ke dalam bahasa mereka dari "bagaimana kata itu terdengar," kita justru menyerap bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia dari "bagaimana kata itu ditulis." Contoh:

- Dulu kita pakai kata "resiko." Tapi setelah ada kebijakan di atas, maka EYD yang benar adalah "risiko," pakai i, merujuk pada penulisan dalam bahasa aslinya, yaitu "risk."

- Dulu kita pakai kata "ekstrim" karena begitulah bunyi kata tersebut dalam bahasa aslinya. Tapi sekarang, penulisan yang benar adalah "ekstrem" pakai e, karena merujuk pada penulisan kata dlm bahasa aslinya: "extreme."

- Dulu "komplit" ---> sekarang "komplet" ---> dari kata asli "complete"

- Dulu "konkrit" sekarang "konkret" >> dari kata asli "concrete"


"-sir" --> "-sasi"
=============
Akhiran "-sir" di bahasa Indonesia berubah jadi "-sasi"
cth:
- mengorganisir --> mengorganisasi
- mempolitisir --> mempolitisasi
- meminimalisir --> meminimalisasi/meminimalkan
- terkoordinir --> terkoordinasi


"-sa" --> "-sis"
============
  • analisa --> analisis
  • diagnosa --> diagnosis
  • prognosa --> prognosis

"-lir"
====
- ditolelir --> ditoleransi


MENULIS UANG:
==================
Contoh penulisan uang yg benar: Rp10.000,00
Setelah "Rp" ga ada spasi, ga ada titik. Di akhir nominal, ditambah ",00"
https://id.wikipedia.org/wiki/Rp100.000



KOMA
=======
Gunakan koma untuk memisahkan 3 atau lebih kata, frasa, atau anak kalimat yang ditulis secara berurutan.


PENULISAN "PUN" YANG DISATUKAN
========================
  • adapun
  • andaipun
  • ataupun
  • bagaimanapun
  • biarpun
  • kalaupun
  • kendatipun
  • maupun
  • meskipun
  • sekalipun
  • sungguhpun
  • walaupun

TRIK MENGETAHUI APAKAH PENULISAN "PUN" HARUS DIPISAHKAN ATAU DISATUKAN
============================
ganti "pun" dengan kata "saja" atau "juga." Kalau bisa diganti, berarti penulisannya dipisahkan. Kalau ga bisa diganti, berarti penulisannya disatukan.

Atau cek di KBBI langsung, biar akurat.


PENULISAN DUA KATA YANG DISATUKAN DAN DIPISAHKAN
===============================================
Dua kata terpisah yg pakai awalan & akhiran, penulisannya jadi DISATUKAN.
Contoh:
1. titik berat -> menitikberatkan
2. tanggung jawab -> mempertanggungjawabkan
3. tanda tangan --> menandatangani

TAPI kalau cuma salah satu kata saja yg dikasih awalan atau akhiran, penulisannya tetap DIPISAHKAN.
Contoh:
1. Kamu harus bertanggung jawab.
2. Tanda tangani surat nikah ini!


Sudut Pandang Penceritaan
====================
Ada beberapa orang yang lebih suka menulis dengan kalimat2 pasif & tidak langsung. Tapi aku pribadi, lebih suka menulis & membaca tulisan dengan kalimat2 aktif dan sapaan langsung.
Contoh:
- Kesuksesan bisa diraih dengan kerja keras. (kalimat pasif)
- Kesuksesan bisa Anda raih dengan kerja keras. (Kalimat aktif & dgn sapaan langsung.)

Kalimat yg menyapa langsung pembacanya akan terasa lebih hidup karena pembaca diajak untuk terlibat dan berinteraksi langsung. Jadi, artikel yang ditulis terasa ditujukan secara langsung & khusus kepada pembaca. Jadi, kalau memungkinkan, biasakanlah untuk menggunakan kalimat aktif, ajaklah pembaca terlibat & berinteraksi, buatlah seolah kamu sedang mengobrol langsung dengan pembaca.


Huruf-huruf yang luluh saat bertemu awalan: "K, P, S, T" saja.
================================================
Huruf-huruf ini luluh KALAU kata berikutnya adalah VOKAL. Contoh: > kontrak --mengontrak, pasang -- memasang, sita -- menyita, tolak -- menolak. Peraturan ini berlaku untuk semua kata, kecuali kata "mempunyai" dan "mengkaji."
Huruf-huruf "K, P, S, T" tidak luluh kalau hurufnya berupa dobel konsonan. Contoh: program -- memPRogram, kredit -- mengKRedit, produksi -- memPRoduksi.

  Gimana sih caranya mengingat yang mana yang benar?
=================================
- praktik atau praktek?
- apotik atau apotek?
- atlit atau atlet?
- rileks atau relaks?

Yang benar adalah:
- praktik --> ingat: praktikum (bukan praktekum)
- apotek --> ingat: apoteker (bukan apotiker)
- atlet --> ingat: atletik (bukan atlitik)
- relaks --> ingat: relaksasi (bukan rileksasi)


Kata-kata yang tidak memakai "h"
============================
  • "andal" bukan "handal" (contoh: "pemain andalan" bukan "pemain handalan")
  • "utang" bukan "hutang" 
  • "embus" bukan "hembus" 
  • "isap" bukan "hisap" 
  • "imbau" bukan "himbau"

Kata-kata yang tidak memakai "f", tapi justru memakai "p" ============================
  • "napas" bukan "nafas" 
  • "pikir" bukan "fikir"
  • "telepon" bukan "telefon"

Kata-kata bentuk terikat
====================
Ada beberapa kata yang "terikat dengan kata selanjutnya." Artinya, penulisan kata tersebut harus selalu disatukan dengan kata yang mengikutinya. 
Contoh kata-kata terikat: 
  • anti- (antioksidan, antidepresan, antigravitasi, antiair, antikarat, antibodi, antiklimaks) 
  • pasca- (pascasarjana, pascamodern, pascanikah) 
  • pra- (prasejarah, praduga)
  • pre- (prematur)
  • neo- (neoklasik, neoliberal)
  • ultra- (ultrasonik, ultraviolet)
  • tri- (trigatra, trimester)
  • non- (nonaktif, nonfiksi, nonformal, nonstop, nonsens, nonblok)
  • multi- (multinasional, multimedia, multibahasa, multikultur)
  • antar- (antarbudaya, antardaerah, antarnegara, antarmuka)
  • serba- (serbaguna, serbaada)

Kata-kata bersuku kata tunggal yang diberi awalan "meng-" harus disisipi "-e"
Contoh:
  • pel --> mengepel
  • lap --> mengelap
  • cat --> mengecat
  • tik --> mengetik
Cara membedakan "lah" yang dipisahkan penulisannya:
"Lah" yg dipisahkan penulisannya adalah "lah" yang biasanya berupa seruan, contoh: 
  • Lah, kamu lagi ngapain di sini?
  • Terserah kamu, lah... 
  • Gimana kata kamu saja, lah! 
"lah" yang berupa seruan (seperti "kan" di kalimat: "Iya kan?" atau "Kamu kan?")

"-lah" yang disatukan
Contoh: 
  • Andalah orangnya.
  • Itulah dia.
  • Di sanalah tempatnya. 
  • Apalah arti semua ini?
  • Begitulah yang terjadi.
Kata-kata yang tidak memakai "j", tapi justru memakai "z" ============================
  • "zaman" bukan "jaman" 
  • "rezeki" bukan "rejeki/rijki" 
  • "izin" bukan "ijin" 
  • "lezat" bukan "lejat"

No comments:

Post a Comment

There was an error in this gadget