Thursday, July 17, 2014

Mansfield Park - Jane Austen


Membaca buku ini terus terang terasa sangat membosankan. Saya lebih menyukai serial BBC-nya (1999), pernah sekilas saya bahas di http://www.sundaymorningstory.blogspot.com/2012/01/jane-austen-between-her-fantasy-and.html, karena filmnya lebih padat dan mengena ke inti cerita.

Mansfield Park (BBC 1999)
Frances O'Connor as Fanny Price 
Jonny Lee Miller as Edmund Bertram (di sebelah kiri pada foto)

Selain serial di atas, Mansfield Park juga diadaptasi ulang ke dalam film (2007). Saya belum menontonnya.

Mansfield Park (2007)
Billie Piper as Fanny Price
Blake Ritson as Edmund Bertram

Buku terjemahan Indonesianya yang setebal lebih dari 600 halaman menceritakan detail secara rinci dan cenderung bertele-tele. Alurnya terasa berjalan dengan lambat, begitu pula bagian yang seharusnya menjadi klimaks.

Ada beberapa perbedaan antara buku dan versi serialnya. Dan tentu saja ada beberapa hal yang penceritaannya jauh lebih jelas dan panjang dibandingkan penceritaan yang disajikan di dalam film.

Di dalam buku, kita bisa merasakan dengan jelas semua yang Fanny lalui dan rasakan. Berhubung bukunya berpusat pada Fanny dan Fanny semata, maka kita pun bisa merasakan bagaimana perasaan Fanny atas segala hal. Termasuk kecemburuan Fanny yang sangat besar kepada Edmund (sepupunya); kasih sayang Fanny yang sangat melimpah bagi kakaknya (William); posisi dan perasaan Fanny yang selalu menjadi "figuran" di rumah Tantenya, Lady Bertram (Mansfield Park) dan di antara sepupu-sepupu perempuannya yang lebih berkelas (Maria dan Julia Bertram); Paman Fanny (Sir Thomas Bertram) yang ternyata di bukunya diceritakan sangat menyayangi Fanny; bibi Fanny yang satu lagi (Mrs. Norris) yang sangat menyebalkan dan suka semena-mena kepadanya; serta Henry Crawford yang benar-benar jatuh cinta kepada Fanny.
Fanny, Fanny, Fanny... Anda akan membaca segala hal tentang Fanny dengan sangat bertele-tele... hehehe.

Di bukunya, Edmund (yang selalu saya bayangkan sebagai Jonny Lee Miller) memang baik, tapi juga menyebalkan karena dia sering kali tidak cukup peka untuk membaca keadaan dan perasaan Fanny. Di bukunya, Edmund pada akhirnya memang memilih Fanny, tapi Fanny dipilih seolah atas dasar "Daripada jauh-jauh mengejar wanita yang tidak menginginkan Edmund karena posisi, profesi, dan kurangnya kekayaan Edmund, mending memilih Fanny saja yang kebetulan ada di hadapan mata. Fanny yang sederhana dan mau menerima profesi Edmund (pendeta) yang tidak memiliki prestis dan hanya bergaji kecil. Fanny yang memang sudah menjadi bagian dari Mansfield Park dan keluarganya."

Fanny bukanlah cinta Edmund yang sesungguhnya, karena sampai akhir pun, Edmund selalu mengejar dan mencintai Mary Crawford (kakak Henry Crawford), seorang wanita kelas atas yang cantik, kaya, dan sombong. Fanny adalah wanita yang bahkan tidak pernah dilirik Edmund. Fanny terlalu sederhana.

No comments:

Post a Comment

There was an error in this gadget