Thursday, January 7, 2016

Tebing Keraton dan Kabut Keberuntungan


Kalau kamu hendak memotret lanskap, kamu membutuhkan beberapa hal, yaitu:
  1. Kamera full frame 
  2. lensa wide
  3. lensa tele 
  4. tripod 
  5. filter neutral density
  6. dan keberuntungan.
Kenapa "keberuntungan"? Karena kalau tidak beruntung, sudah jauh-jauh datang ke tempat indah, tapi hari itu ternyata cuacanya tidak mendukung antusiasmemu. Entah langitnya abu-abu flat, entah hujan yang turun deras, entah matahari bersembunyi di balik awan. Yang jelas, tidak ada cahaya jingga yang indah hari itu. Tidak ada kabut mistis spektakuler. Tidak ada awan putih bergerumbul seperti bola-bola kapas di langit biru. Tidak ada. Hanya lanskap membentang yang membosankan. Itulah kenapa kamu memerlukan keberuntungan.


Tapi tentu saja keberuntungan tidak selalu ada. Karena itulah kita perlu mencarinya.

Tebing Keraton terkenal dengan pemandangan indahnya yang dilingkupi kabut. Tentu saja, lanskap indah membentang berbalut kabut dan cahaya jingga matahari terbit/tenggelam, adalah impian semua fotografer. Termasuk suamiku dan aku. Karena itulah kami kembali ke Tebing Keraton untuk kedua kalinya. Jika dulu saat matahari terbit, kali ini saat matahari tenggelam.

Tapi ya itu tadi, keberuntungan tidak selalu ada, walaupun kami sudah mencarinya. Dua kali kami datang ke sana, dan dua kali pula kami tidak mendapati kabut keberuntungan tersebut.



Kali kedua kami datang, kami hanya mendapati lanskap dengan haze putih (sepertinya) karena polusi udara. Bukan kabut indah. Dan langitnya abu-abu polos. Dan inilah foto terbaik yang bisa dibuat dengan kondisi seperti itu.



Walaupun begitu, kami tetap menikmati kunjungan kami dan tertawa-tawa dengan ketidakberuntungan ini. Kami akan datang lagi lain kali untuk mencari kabut keberuntungan. We'll be back!


No comments:

Post a Comment